Medan | galasibot.co.id
Tepat satu tahun pasangan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution dan Wakil Gubernur Surya memimpin Provinsi Sumatera Utara. Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sumut, Parulian Silalahi, menyampaikan apresiasi sekaligus catatan kritis atas perjalanan satu tahun kepemimpinan tersebut.
Ia menilai pasangan yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 itu menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan visi “Sumut Berkah”. Meski menghadapi tantangan bencana dan persoalan birokrasi, pemerintah provinsi tetap bergerak aktif dan terukur.
Respons Cepat Hadapi Bencana
Pertama, Pemuda Katolik Sumut mengapresiasi kepemimpinan Bobby–Surya saat menghadapi banjir dan longsor besar pada November 2025. Bencana tersebut tercatat sebagai yang terparah dalam lima tahun terakhir dan menjadi ujian serius bagi pemerintah daerah.
Namun demikian, Pemprov Sumut tidak hanya fokus pada evakuasi. Pemerintah juga mempercepat pemulihan pascabencana. Salah satu langkah strategis yang mendapat perhatian ialah rekomendasi penutupan perusahaan yang diduga merusak lingkungan, termasuk PT Toba Pulp Lestari yang resmi ditutup pemerintah pusat pada 11 Desember 2025.
Selain itu, pemerintah merealisasikan pembangunan seribu unit hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. Pemerintah juga mengalokasikan Rp22 miliar untuk membebaskan biaya sekolah SMA/SMK dan SLB bagi siswa terdampak pada tahun ajaran 2026/2027. Kebijakan ini memperlihatkan keberpihakan pada masyarakat kecil dan masa depan generasi muda.
Program UHC dan Pengakuan Nasional
Selanjutnya, program Universal Health Coverage (UHC) atau berobat gratis menjadi capaian unggulan. Melalui program ini, warga cukup menunjukkan KTP untuk memperoleh layanan kesehatan.
Berkat implementasi tersebut, Pemprov Sumut meraih penghargaan UHC Award kategori Pratama dari pemerintah pusat. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Capaian ini membuktikan bahwa janji kampanye dapat direalisasikan bahkan sebelum dua tahun masa jabatan berjalan.
Ketegasan Berantas Narkoba
Di sisi lain, Pemuda Katolik Komda Sumut juga mencatat ketegasan pemerintah dalam memerangi narkoba. Pada Agustus 2025, Pemprov Sumut menutup sejumlah tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba, termasuk pembongkaran tempat hiburan malam Marcopolo.
Langkah tegas ini, menurut Parulian, menunjukkan keberanian pemerintah dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkotika. Pemerintah dinilai tidak ragu mengambil keputusan strategis demi kepentingan masyarakat luas.
Fokus Pembangunan Kepulauan Nias
Tak hanya itu, perhatian terhadap kawasan Kepulauan Nias juga menjadi sorotan. Pemerintah provinsi menyusun kebijakan tematik menuju “Nias Maju 2029” dengan pembagian peran wilayah secara terstruktur.
Kota Gunungsitoli diarahkan sebagai hub ekonomi dan logistik. Sementara itu, Nias Selatan diproyeksikan sebagai destinasi wisata budaya. Wilayah lainnya didorong menjadi zona produksi untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi kawasan.
Harapan Konsolidasi dan Dialog Terbuka
Menutup pernyataannya, Parulian menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari proyek fisik dan besaran anggaran. Sebaliknya, keberhasilan juga terlihat dari kemampuan birokrasi membuka ruang dialog yang sehat dan inklusif.
“Dengan capaian nyata seperti UHC, penanganan bencana, dan pembangunan Nias, kami melihat visi ‘Sumut Berkah’ mulai terasa. Kami berharap Pak Bobby dan Pak Surya menjaga konsistensi ini serta membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan seluruh elemen, termasuk pemuda,” tegasnya.(*)











