• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Selasa, Agustus 25, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Budaya

Keadilan Dimulai dari Rumah: Advokat Batak dalam Bayang-bayang Dalihan Natolu” (Mengangkat pentingnya keluarga dan nilai adat sebagai dasar keadilan)

Redaksi Galasibot.co.id
22 Juli 2025
/ Budaya, Hukum, Opini, Sumut
0 0
0
Keadilan Dimulai dari Rumah: Advokat Batak dalam Bayang-bayang Dalihan Natolu” (Mengangkat pentingnya keluarga dan nilai adat sebagai dasar keadilan)
Share on FacebookShare on Twitter

Parapat | galasibot co.id

Memulai profesi advokat dari tanah kelahiran bukan sekadar pilihan karier, tetapi sebuah panggilan hati. Di tengah hiruk pikuk bangsa yang terus mencari keadilan, saya percaya bahwa keadilan sejati harus terlebih dahulu ditegakkan dalam diri sendiri dan dalam keluarga. Prinsip ini bukan hanya pedoman pribadi, tetapi juga warisan nilai yang saya bawa dari kampung halaman di Tanah Batak.

Baca Juga

Apakah Warisan Kita Hanya Kegaduhan? : Jadilah “Tua-Tua” yang Dicatat Sejarah

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Siapkan Revitalisasi Situs Budaya di Maluku Utara

Kementerian HAM Pecahkan Rekor Dunia Pelajaran HAM Terbesar di Jatinangor

Namun, hari ini saya menyaksikan satu realitas pahit: tatanan adat Dalihan Natolu — hukum tertinggi dalam masyarakat Batak — perlahan memudar maknanya. Manat mardonang tubu (bijak terhadap saudara laki-laki), elek marboru (lemah lembut terhadap pihak boru), dan somba marhula-hula (hormat kepada hula-hula) kini diuji, terutama ketika ekonomi keluarga berada di titik terendah. Dalam kondisi itu, nilai-nilai luhur berubah menjadi sumber konflik.

Dalihan Natolu dibangun di atas keseimbangan dan rasa hormat. Ketika salah satu unsur goyah — entah karena kebutuhan ekonomi, kesalahpahaman, atau ego — maka keharmonisan keluarga dan masyarakat ikut runtuh. Ironisnya, saat konflik internal terjadi di tengah lingkaran adat, pemerintah sebagai siha-sihal, pilar keempat yang seharusnya hadir sebagai penengah, sering kali absen atau datang terlalu terlambat.

Dalam praktiknya, sistem Dalihan Natolu yang bersifat tidak tertulis membuat daya ikatnya lemah dalam ranah hukum formal. Di sinilah dilema besar muncul: ketika adat tak lagi mampu menyelesaikan masalah, maka jalur hukum menjadi satu-satunya jalan keluar — meskipun, dalam kearifan Batak, itu adalah pilihan terakhir yang sebaiknya dihindari.

Sebagai seorang advokat yang berasal dari tanah Batak, saya berdiri di persimpangan antara nilai adat dan hukum negara. Profesi ini menuntut keberanian untuk berkata benar dan membela yang tertindas, namun juga mengharuskan saya untuk tetap berpijak pada akar budaya. Menjadi advokat dari tanah kelahiran berarti menjadi penjaga jembatan antara nilai tradisi dan modernitas, antara Dalihan Natolu dan sistem hukum formal.

Saya ingin menjadi bagian dari solusi — bukan hanya di ruang sidang, tetapi juga di tengah-tengah masyarakat yang sedang berjuang mempertahankan nilai luhur mereka. Karena menegakkan keadilan sejati, dimulai dari rumah sendiri.

Source: Penulis :Wilfrid Sinaga
Tags: #AdvokatDariTanahBatak#AdvokatPeduliAdat#DalihanNatoluDanHukum#HukumDanAdatBatak#KeadilanBerbasisBudaya
SendShareTweet
Kembali

Rapat Paripurna DPRD Medan Bahas Tanggapan Ranperda KTR, Wujud Sinergi Eksekutif dan Legislatif

Lanjut

Pansus DPRD Kota Medan Gelar Rapat Pembahasan RPJMD 2025-2029, Bahas Arah Pembangunan Kota Lima Tahun ke Depan

Baca Juga

Apakah Warisan Kita Hanya Kegaduhan? : Jadilah “Tua-Tua” yang Dicatat Sejarah
Opini

Apakah Warisan Kita Hanya Kegaduhan? : Jadilah “Tua-Tua” yang Dicatat Sejarah

24 Agustus 2026
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Siapkan Revitalisasi Situs Budaya di Maluku Utara
Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Siapkan Revitalisasi Situs Budaya di Maluku Utara

23 Agustus 2026
Kementerian HAM Pecahkan Rekor Dunia Pelajaran HAM Terbesar di Jatinangor
Hukum

Kementerian HAM Pecahkan Rekor Dunia Pelajaran HAM Terbesar di Jatinangor

23 Agustus 2026
FKUB Lampung dan Keuskupan Tanjungkarang Gelar Pentas Seni Lintas Agama
Budaya

FKUB Lampung dan Keuskupan Tanjungkarang Gelar Pentas Seni Lintas Agama

23 Agustus 2026
Pj Sekdaprov Sumut Sambut Kepulangan Dua Paskibraka Nasional Asal Toba
Sumut

Pj Sekdaprov Sumut Sambut Kepulangan Dua Paskibraka Nasional Asal Toba

23 Agustus 2026
Kepemimpinan dalam Marga: Jangan Biarkan Ambisi Mengalahkan Persaudaraan
Opini

Kepemimpinan dalam Marga: Jangan Biarkan Ambisi Mengalahkan Persaudaraan

22 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Rumah Warga di Depan SMA Negeri 1 Namorambe Diduga Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Pelaku

    Rumah Warga di Depan SMA Negeri 1 Namorambe Diduga Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Karang Taruna Desa Pollung Gelar Lomba Antardusun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukti Otentik Hak Ulayat: Sejarah Enklave Marga Sinaga di Simalungun dan Perjuangan Ruang Hidup Masyarakat Adat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Warisan Kita Hanya Kegaduhan? : Jadilah “Tua-Tua” yang Dicatat Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Caroline Nababan Raih Emas dan Top Score ASMC 2026, The PRINT Apresiasi Prestasi Anak Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan dalam Marga: Jangan Biarkan Ambisi Mengalahkan Persaudaraan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Rakyat Merasa Tersisih di Tanah Airnya Membedah Paradoks Pertumbuhan Ekonomi, Anomali Keadilan Fiskal, dan Melemahnya Daya Beli di Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In