KARO I galasibot.co.id – Pemerintah Kabupaten Karo bergerak cepat menyikapi kendala operasional yang menghambat distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Karo. Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes., menginstruksikan jajaran Asisten II, Dinas Pertanian, serta Disperindag untuk memastikan ketersediaan stok bagi petani sesuai alokasi Tahun Anggaran 2026.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Karo menggelar rapat koordinasi darurat bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) dengan memanggil pihak PT Pupuk Indonesia. Pertemuan ini bertujuan mencari solusi instan agar masa tanam petani di Bumi Turang tidak terganggu oleh kekosongan pupuk di tingkat pengecer.
Hadir dalam rapat tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Anderiasta Tarigan, AP., M.Si., Kadis Pertanian Michael Purba, S.T.P., M.M., serta Kadis Perindag Sarjana Purba, S.T.P., M.M. Mereka mendesak produsen untuk segera merealisasikan jatah pupuk guna menjaga stabilitas pangan daerah.
Banjir Aceh Jadi Pemicu Hambatan Produksi
Manajer Penjualan Sumatera Utara II PT Pupuk Indonesia, Danny Utama Putra Tambunan, mengakui adanya keterlambatan pasokan ke daerah. Ia menjelaskan bahwa kondisi force majeure berupa bencana banjir besar di Aceh pada akhir tahun 2025 menjadi penyebab utama terganggunya produksi.
Bencana tersebut melumpuhkan operasional pabrik PT Pupuk Iskandar Muda yang merupakan pemasok utama urea untuk wilayah Sumut. Akibatnya, rantai distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Karo mengalami kontraksi stok dalam beberapa bulan terakhir.
Selain itu, PT Pupuk Indonesia kini tengah menjalankan kebijakan penyeimbangan stok (banstok) secara nasional. Langkah ini melibatkan produsen besar lainnya seperti PT Pupuk Sriwijaya (Pusri), PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), hingga PT Petrokimia Gresik untuk menutup celah kekurangan pasokan.
Kebijakan Rerayonisasi dan Pengalihan Vendor
Namun, guna memastikan solusi jangka panjang, PT Pupuk Indonesia telah memberlakukan kebijakan rerayonisasi per 23 Maret 2026. Penugasan distribusi urea untuk Sumatera Utara yang sebelumnya dikelola PT Pupuk Iskandar Muda resmi dialihkan kepada PT Pupuk Kalimantan Timur.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Karo akan terus mengawasi perpindahan vendor ini agar tidak menimbulkan kebingungan di tingkat distributor dan kios resmi. Peralihan ini diharapkan mampu mempercepat normalisasi ketersediaan pupuk urea di gudang-gudang penyangga.
Di sisi lain, Dinas Pertanian Karo mengingatkan para pemilik kios untuk tidak menimbun stok di tengah situasi transisi ini. Pengawasan ketat akan melibatkan aparat penegak hukum untuk memastikan pupuk sampai ke tangan petani yang terdaftar dalam e-RDKK.
Komitmen Kawal Pupuk Tepat Sasaran
Lebih lanjut, Pemkab Karo menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pertanian sangat bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Oleh karena itu, pengawalan terhadap distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Karo menjadi prioritas utama kerja bupati tahun ini.
Setiap kendala distribusi di lapangan wajib dilaporkan secara berkala oleh camat dan kepala desa kepada KPPP. Hal ini bertujuan agar pemerintah dapat segera mengambil tindakan diskresi jika terjadi anomali harga atau kelangkaan di satu wilayah tertentu.
Pemerintah berharap dengan adanya dukungan dari berbagai produsen pupuk nasional, kesejahteraan petani di Kabupaten Karo dapat kembali stabil. Penyaluran yang tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu menjadi target mutlak yang harus dicapai dalam sisa kuartal kedua tahun ini.(*)











