Taput I galasibot.co.id
Bupati Tapanuli Utara (Taput), Taripar Hutabarat, bersama Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, melaporkan kondisi terkini bencana banjir dan longsor kepada Gubernur Sumatera Utara. Laporan tersebut disampaikan langsung dari lokasi bencana akibat tingginya intensitas hujan yang memicu longsor di berbagai titik, baik di area pegunungan maupun badan jalan utama.
Menurut laporan, terdapat *sekitar 27 titik longsor* yang menghubungkan wilayah Tapanuli Utara dengan Tapanuli Tengah. Kondisi ini menyebabkan akses jalan utama lumpuh total sehingga masyarakat yang tengah melakukan perjalanan terpaksa berkumpul dan berlindung di rumah makan terdekat.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bersama unsur terkait terus berupaya menembus jalan yang terdampak, terutama di wilayah perbatasan dengan Tapanuli Tengah. Upaya ini telah berjalan selama dua hari, namun kondisi longsor yang cukup parah membuat jalan dari Tarutung ke arah barat hingga menuju Pandan sulit dilalui.
Sebaliknya, masyarakat dari arah Pandan yang hendak menuju Tarutung pun tertahan akibat akses yang tertutup material longsor. Aktivitas masyarakat di wilayah Tapanuli Tengah juga terganggu, termasuk di kawasan wisata dan jalur penghubung ke bandara.
Kedua kepala daerah berharap pemerintah provinsi dan pemerintah pusat segera memberikan tindak lanjut serta dukungan penanganan bencana, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat dinilai sangat penting untuk percepatan penanggulangan bencana banjir dan longsor di wilayah Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga.(*)











