Simalungun | galasibot.co.id
Putra daerah Simalungun, Joan Berlin Damanik, mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun agar segera mengambil langkah cepat dalam menangani kerusakan parah di jalur menuju Haranggaol. Jalan yang sudah setahun rusak akibat longsor kini dilaporkan semakin mengkhawatirkan.
Kondisi terbaru menunjukkan sebagian badan jalan sudah nyaris menggantung di tepi tebing. Tanah yang terus tergerus di bawahnya membuat struktur jalan tidak lagi stabil, sehingga sangat berpotensi ambles sewaktu-waktu. Meski berbahaya, warga tetap terpaksa melintas setiap hari karena tidak ada jalur alternatif.
Situasi ini semakin genting mengingat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah semakin dekat, periode yang identik dengan lonjakan mobilitas masyarakat. Jalur Haranggaol merupakan akses vital bagi warga pulang kampung, wisatawan, serta aktivitas ekonomi lokal di kawasan Danau Toba.
“Kami mohon pemerintah jangan menunggu sampai ada korban jiwa. Ini sudah setahun dibiarkan, sementara kami melewati jalan ini setiap hari,” ujar seorang warga yang berharap Pemkab Simalungun segera mengambil tindakan nyata.
Joan Berlin Damanik menegaskan bahwa penanganan darurat tidak bisa lagi ditunda. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, terutama menjelang puncak arus Nataru yang sudah di depan mata.
Dengan kondisi jalan yang semakin kritis, masyarakat kembali mendesak Pemkab Simalungun untuk menjadikan perbaikan jalur Haranggaol sebagai agenda mendesak demi keamanan pengguna jalan serta kelancaran aktivitas masyarakat.(*)










