Dairi I galasibot.co.id
Bonus demografi di Kabupaten Dairi harus bisa dimanfaatkan agar dalam waktu 10 hingga 15 tahun ke depan, kaum muda bisa bangkit dan berkontribusi signifikan dalam mencapai tujuan transformasi menuju Indonesia Emas Tahun 2025. Hal itu disampikan Penjabat Bupati Dairi, Surung Charles Bantjin, usai memimpin upacara bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-116, Selasa (22/5/2024 Halaman Kantor Bupati Dairi.
Ajakan itu disamaikan Surung Charles Bantjin karena kondisi Kabupaten Dairi sangat sesuai dengan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika RI, “Kita manfaatkan segala kesempatan untuk hal yang baik. Pada dasarnya Kabupaten Dairi juga sudah menuju ke arah sana, yakni transformasi digital. Dalam era ini tentu kita juga harus waspada, dengan menambah literasi. Kemajuan teknologi harus disaring dulu sehingga tujuan transformasi itu bisa tercapai. Dengan demikian, target menuju Indonesia Emas 2045 bisa kita wujudkan, khususnya di Kabupaten Dairi, untuk bisa bangkit dan selaras dengan kabupaten terdepan di sekitarnya,” kata Surung Charles Bantjin.
Pada upacara yanag dihadiri oleh unsur-unsur Forkopimda, kepala OPD, ASN Pemkab Dairi, perwakilan siswa dari beberapa sekolah, dan undangan lainnya. Pj Bupati Dairi, Surung Charles Bantjin, membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Budi Arie Setiadi, dengan tema “Bangkit Untuk Indonesia Emas”. Tema ini menggambarkan semangat kebangkitan nasional yang disertai dengan perjuangan bagi bangsa dan negara.
“Lahirnya kebangkitan nasional disertai dengan semangat berjuang bagi bangsa dan negara. Kebangkitan nasional merupakan tonggak sejarah yang memberikan inspirasi dalam perjuangan mewujudkan cita-cita kehidupan bangsa dan negara,” ujar Surung Charles Bantjin, mengutip sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika.
Dalam amant itu dijelaskan bahwa Boedi Oetomo menjadi awal mula tempat orang belajar dan berdebat tentang berbagai hal penting, seperti pentingnya pendidikan barat bagi rakyat Hindia Belanda serta penyebaran pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang priayi atau bukan. Dari sejarah ini, kita memahami bahwa embrio Indonesia lahir dari kemajuan modern dan pencerahan dari kaum muda berpendidikan yang tidak kehilangan identitas ke-Indonesiaannya, termasuk dengan transformasi teknologi, digitalisasi, dan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.(*)
Penulis berita : Hotma Bakkara










