Simalungun I galasibot.co.id
Kematian seekor anak Harimau Sumatera di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Girsang menjadi peringatan keras atas rusaknya habitat alami di kawasan Bukit Barisan dan Dinding Kaldera Toba. Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga memunculkan tanda tanya besar tentang keberlangsungan hutan yang selama ini menjadi rumah satwa dilindungi.
Anak Harimau Tewas di Jalur Padat Kendaraan
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Minggu pagi (25/1/2026), sekitar 50 meter dari Jembatan Sisera Sera, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Seekor anak Harimau Sumatera dilaporkan tewas setelah tertabrak kendaraan yang melintas di jalur tersebut.
Informasi di lapangan menyebutkan, pengendara mobil melihat tiga ekor Harimau Sumatera keluar dari semak-semak di bawah jembatan dan menyeberang jalan. Dalam situasi mendadak dan jarak yang sangat dekat, satu anak harimau tertabrak, sementara dua lainnya diduga induk dan seekor anak berhasil kembali ke semak-semak dan perladangan warga.
Diduga Induk Masih Berkeliaran di Perladangan
Kesaksian warga sekitar menyebutkan, induk harimau dan satu anak lainnya masih terlihat berkeliaran di sekitar perladangan dan permukiman warga di wilayah Sosor Panopaan Girsang. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran sekaligus rasa prihatin di tengah masyarakat.
Warga menilai kemunculan harimau di kawasan padat penduduk bukanlah kebetulan, melainkan akibat hilangnya hutan dan menyempitnya ruang hidup satwa liar.
Polisi Lakukan Penanganan di Lokasi
Pengendara yang terlibat dalam peristiwa tersebut langsung melaporkan kejadian ke Mapolsek Parapat. Aparat kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan memastikan situasi tetap terkendali.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar jalur hutan dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah mengevakuasi bangkai anak Harimau Sumatera tersebut untuk dibawa ke laboratorium guna pemeriksaan lebih lanjut.
Alarm Keras bagi Lingkungan Bukit Barisan
Peristiwa ini dinilai sebagai kejadian langka sekaligus mengkhawatirkan. Harimau Sumatera yang merupakan satwa dilindungi kini terpaksa keluar dari habitat alaminya dan masuk ke wilayah permukiman padat penduduk.
Kematian anak harimau ini menjadi alarm keras bagi semua pihak bahwa kerusakan habitat di kawasan Bukit Barisan bukan lagi ancaman masa depan, melainkan krisis yang sedang terjadi.
Warga Diimbau Waspada
Hingga informasi ini disampaikan, warga Kecamatan Girsang Sipangan Bolon serta pengguna Jalinsum di sekitar Jembatan Sisera Sera diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama pada pagi dan malam hari.
Lebih dari sekadar kecelakaan lalu lintas, peristiwa ini menyisakan pertanyaan besar: ke mana satwa liar harus pergi ketika hutannya hilang?.(*)











