• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Juli 11, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home News

Tragedi Anak Harimau Sumatera di Jalinsum Girsang, Alarm Keras Rusaknya Habitat Bukit Barisan

Redaksi Galasibot.co.id
25 Januari 2026
/ News
0 0
0
Tragedi Anak Harimau Sumatera di Jalinsum Girsang, Alarm Keras Rusaknya Habitat Bukit Barisan

Petugas kepolisian melakukan pengecekan dan pengamanan lokasi ditemukannya anak Harimau Sumatera yang tertabrak kendaraan di Jalan Lintas Sumatera, sekitar Jembatan Sisera Sera, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Minggu (25/1/2026).(Foto galasibot.co.id/Harianto)

Share on FacebookShare on Twitter

Simalungun I galasibot.co.id

Kematian seekor anak Harimau Sumatera di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Girsang menjadi peringatan keras atas rusaknya habitat alami di kawasan Bukit Barisan dan Dinding Kaldera Toba. Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga memunculkan tanda tanya besar tentang keberlangsungan hutan yang selama ini menjadi rumah satwa dilindungi.

Baca Juga

DPRD dan Pemkot Medan Setujui Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025

22 Tahun Menunggu Keadilan, 358 Warga Cengkareng Tagih Ganti Rugi kepada Pemprov DKI Setelah Perumnas Lunas Sejak 2016

Aktivitas Mesin Permainan di Lion Square Batam Disorot, Aparat Diminta Segera Selidiki Legalitas Operasional

Anak Harimau Tewas di Jalur Padat Kendaraan

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Minggu pagi (25/1/2026), sekitar 50 meter dari Jembatan Sisera Sera, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Seekor anak Harimau Sumatera dilaporkan tewas setelah tertabrak kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

Informasi di lapangan menyebutkan, pengendara mobil melihat tiga ekor Harimau Sumatera keluar dari semak-semak di bawah jembatan dan menyeberang jalan. Dalam situasi mendadak dan jarak yang sangat dekat, satu anak harimau tertabrak, sementara dua lainnya diduga induk dan seekor anak berhasil kembali ke semak-semak dan perladangan warga.

Diduga Induk Masih Berkeliaran di Perladangan

Kesaksian warga sekitar menyebutkan, induk harimau dan satu anak lainnya masih terlihat berkeliaran di sekitar perladangan dan permukiman warga di wilayah Sosor Panopaan Girsang. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran sekaligus rasa prihatin di tengah masyarakat.

Warga menilai kemunculan harimau di kawasan padat penduduk bukanlah kebetulan, melainkan akibat hilangnya hutan dan menyempitnya ruang hidup satwa liar.

Polisi Lakukan Penanganan di Lokasi

Pengendara yang terlibat dalam peristiwa tersebut langsung melaporkan kejadian ke Mapolsek Parapat. Aparat kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan memastikan situasi tetap terkendali.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar jalur hutan dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah mengevakuasi bangkai anak Harimau Sumatera tersebut untuk dibawa ke laboratorium guna pemeriksaan lebih lanjut.

Alarm Keras bagi Lingkungan Bukit Barisan

Peristiwa ini dinilai sebagai kejadian langka sekaligus mengkhawatirkan. Harimau Sumatera yang merupakan satwa dilindungi kini terpaksa keluar dari habitat alaminya dan masuk ke wilayah permukiman padat penduduk.

Kematian anak harimau ini menjadi alarm keras bagi semua pihak bahwa kerusakan habitat di kawasan Bukit Barisan bukan lagi ancaman masa depan, melainkan krisis yang sedang terjadi.

Warga Diimbau Waspada

Hingga informasi ini disampaikan, warga Kecamatan Girsang Sipangan Bolon serta pengguna Jalinsum di sekitar Jembatan Sisera Sera diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama pada pagi dan malam hari.

Lebih dari sekadar kecelakaan lalu lintas, peristiwa ini menyisakan pertanyaan besar: ke mana satwa liar harus pergi ketika hutannya hilang?.(*)

 

 

 

 

Tags: #BKSDA#Harimau Sumatera#Jalinsum Girsang#JembatanSiserasera#Satwa DilindungiSimalungun
SendShareTweet
Kembali

Lucky Prosperity Expo 2026 di Medan, DPRD dan Tokoh Agama Hadir Meriahkan Imlek

Lanjut

Pansus Penertiban Aset DPRD Medan Bahas Pendataan dan Optimalisasi Aset Daerah

Baca Juga

DPRD dan Pemkot Medan Setujui Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
Dprd medan

DPRD dan Pemkot Medan Setujui Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025

8 Juli 2026
22 Tahun Menunggu Keadilan, 358 Warga Cengkareng Tagih Ganti Rugi kepada Pemprov DKI Setelah Perumnas Lunas Sejak 2016
News

22 Tahun Menunggu Keadilan, 358 Warga Cengkareng Tagih Ganti Rugi kepada Pemprov DKI Setelah Perumnas Lunas Sejak 2016

8 Juli 2026
Aktivitas Mesin Permainan di Lion Square Batam Disorot, Aparat Diminta Segera Selidiki Legalitas Operasional
News

Aktivitas Mesin Permainan di Lion Square Batam Disorot, Aparat Diminta Segera Selidiki Legalitas Operasional

6 Juli 2026
Rico Waas Jadikan Program Mata Deli Percontohan, CCTV Swadaya Perkuat Keamanan Lingkungan Kota Medan
News

Rico Waas Jadikan Program Mata Deli Percontohan, CCTV Swadaya Perkuat Keamanan Lingkungan Kota Medan

5 Juli 2026
Forum Komdigi APEKSI XVIII Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis, Medan Dorong Kolaborasi Digital Antar Kota
News

Forum Komdigi APEKSI XVIII Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis, Medan Dorong Kolaborasi Digital Antar Kota

4 Juli 2026
Luhut Panjaitan Tegaskan PT TPL Tidak Akan Beroperasi Lagi, Pemerintah Siapkan Penataan Ulang Lahan demi Masyarakat Adat dan Pemulihan Ekologi
News

Luhut Panjaitan Tegaskan PT TPL Tidak Akan Beroperasi Lagi, Pemerintah Siapkan Penataan Ulang Lahan demi Masyarakat Adat dan Pemulihan Ekologi

4 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Felicia Babak 6 Besar The Icon Indonesia SCTV: Mohon Dukungan untuk Rebut Tiket Top 5 Senin Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Sumut Terjunkan Petugas Serentak ke Pelosok Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Usut Tuntas! Punguan Silauraja Indonesia Desak Keadilan atas Kematian Jaka Malau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Provinsi Tapanuli: Dari Jejak Sejarah Menuju Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In