MEDAN | galasibot.co.id
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengeluarkan ultimatum keras terhadap peredaran narkoba, praktik perjudian, dan kejahatan jalanan di Kota Medan. Pemko Medan bersama jajaran Forkopimda menegaskan komitmen untuk menutup rapat seluruh celah kejahatan yang merusak generasi muda.
Penegasan ini disampaikan Rico Waas dalam konferensi pers dan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Ketupat Toba 2026 di Lapangan Polrestabes Medan, Senin (13/4/2026).
“Selama saya menjabat, bersama Kapolrestabes, sudah empat kali kita melakukan konferensi pers seperti ini. Artinya, kasus-kasus ini bukan sedikit, tetapi cukup banyak dan berulang. Ini bukti nyata ancaman serius yang harus kita hadapi dengan tindakan luar biasa,” tegas Rico Waas.
Nol Toleransi: Pecat ASN Terlibat
Wali Kota muda ini tidak hanya menggandeng aparat penegak hukum, tetapi juga melakukan pembersihan di internal Pemerintah Kota Medan. Ia memastikan sanksi terberat bagi aparatur sipil negara (ASN) yang berani bermain-main dengan hukum.
“Jika ada (aparatur) yang terlibat narkoba, perjudian, atau menjadi kurir, sudah kami pastikan akan kami pecat. Tidak ada ruang bagi narkoba di Pemerintah Kota Medan. Ini adalah komitmen harga mati,” ujarnya dengan nada tegas.
Apresiasi Sinergi Forkopimda
Atas capaian pengungkapan kasus yang signifikan, Rico memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polrestabes Medan dan unsur Forkopimda lainnya. Sinergi ini dinilai sebagai kunci utama dalam menjaga ketenteraman warga Medan.
“Kami pastikan tidak ada ruang untuk narkoba, perjudian, maupun kejahatan lainnya di Kota Medan. Pemko Medan mendukung penuh setiap langkah tegas yang diambil aparat penegak hukum,” tambahnya.
Laporan Kenaikan Kasus Operasi Ketupat Toba 2026
Dalam kesempatan yang sama, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, memaparkan bahwa selama pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026, pengungkapan kasus naik 24 persen.
Total terdapat 119 kasus yang berhasil diungkap, dengan rincian:
-
58 Kasus Narkoba
-
35 Kasus Perjudian
-
23 Kasus Kejahatan Jalanan
-
3 Kasus Premanisme
Kapolrestabes juga menyoroti adanya 11 kasus prioritas yang menjadi perhatian publik karena sempat viral dan meresahkan masyarakat.
Acara pemusnahan barang bukti ini turut dihadiri oleh Kajari Medan Ridwan Sujana Angsar, Kepala BBNK Deliserdang Kombes Pol Joshua Tampubolon, serta Kabid Berantas dan Intelijen BNNP Sumut Kombes Pol Charles P Sinaga.(*)










