• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juni 28, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home News

Wali Kota Medan Rico Waas: Keteladanan Pemimpin Jadi Kunci Bangun Budaya Antikorupsi Berkelanjutan di Medan

Redaksi Galasibot.co.id
22 Desember 2025
/ News, Opini
0 0
0
Wali Kota Medan Rico Waas: Keteladanan Pemimpin Jadi Kunci Bangun Budaya Antikorupsi Berkelanjutan di Medan
Share on FacebookShare on Twitter

Medan | galasibot co.id

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa keteladanan pemimpin merupakan kunci utama dalam membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Webinar Antikorupsi yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan, Senin (22/12/2025), di Rumah Dinas Wali Kota Medan.

Baca Juga

Provinsi Tapanuli: Dari Jejak Sejarah Menuju Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera

Usut Tuntas! Punguan Silauraja Indonesia Desak Keadilan atas Kematian Jaka Malau

Dekapan Hangat KH Fathulloh dan Romo Damianus di Banyuwangi: Ikthtiar Merawat Toleransi yang Kian Langka

Webinar yang digelar dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 ini mengusung tema “Sikap Antikorupsi sebagai Inovasi Mempersiapkan Kesuksesan Generasi Muda 2045”.

Rico Waas menegaskan, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi dan sistem, melainkan oleh integritas para pemimpin dan aparatur pemerintahan saat ini.

“Jika kita ingin melihat wajah Indonesia 2045, maka lihatlah generasi muda hari ini. Namun generasi muda tidak akan tumbuh baik tanpa contoh yang baik, dan contoh itu ada pada kita semua hari ini,” tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa korupsi tidak sekadar pelanggaran hukum, melainkan perbuatan yang merusak sistem pemerintahan, menghancurkan kepercayaan publik, serta mengancam masa depan bangsa.

“Korupsi menghancurkan sistem, merusak kepercayaan, dan mengancam masa depan yang seharusnya diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Menurut Rico Waas, budaya koruptif kerap bermula dari hal-hal kecil yang dianggap sepele dan kemudian dinormalisasi. Ia mengingatkan bahaya sikap permisif yang membenarkan penyimpangan dengan alasan sudah menjadi kebiasaan.

“Korupsi sering kali berawal dari rasa tidak cukup dan pembenaran terhadap hal-hal kecil. Masalah utamanya bukan pada penghasilan, tetapi pada hilangnya rasa cukup,” kata Rico Waas.

Ia juga menyoroti tekanan gaya hidup dan gengsi sosial yang kerap memicu penyalahgunaan wewenang, khususnya di kalangan pejabat publik. Padahal, menurutnya, kebutuhan dasar manusia sejatinya sederhana.

“Jabatan hanyalah amanah dan bersifat sementara. Tidak ada harta dan jabatan yang dibawa ke liang lahat. Yang kita bawa hanyalah pertanggungjawaban moral,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas menegaskan bahwa penegakan hukum penting, namun tidak akan efektif tanpa pembentukan karakter, pengawasan yang kuat, serta sistem pemerintahan yang transparan. Ia mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk memperkecil celah terjadinya penyimpangan.

“Sekecil apa pun penyalahgunaan, termasuk manipulasi absensi, sejatinya sudah merupakan awal dari budaya korupsi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rico Waas menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Namun, pendidikan tersebut harus didukung oleh perilaku nyata para pemimpin dan aparatur saat ini.

“Kita tidak bisa hanya mengatakan masa depan ada di tangan anak muda, sementara budaya yang mereka lihat justru bertentangan. Tanpa keteladanan, yang lahir bukan optimisme, tetapi kekecewaan,” tegasnya.

Melalui webinar ini, ia berharap terbangun kolaborasi antara pemerintah daerah, KPK RI, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk melahirkan inovasi kebijakan dan sistem pemerintahan yang berintegritas.

“Kepercayaan publik adalah fondasi utama pemerintahan. Clean governance tidak cukup di atas kertas, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

Webinar Antikorupsi ini menghadirkan narasumber Kepala Satgas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI Yulianto Sapto serta Penyuluh Antikorupsi IKA Undip Muhib Harahap. Kegiatan tersebut diikuti jajaran perangkat daerah, para camat, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan di lingkungan Pemerintah Kota Medan.(*)

Tags: #Budaya Antikorupsi#Hakordia 2025#Indonesia Emas 2045#Keteladanan PemimpinWali Kota Medan
SendShareTweet
Kembali

“Ratu Judi Ikan-ikan RP” Diduga Kendalikan Judi Ketangkasan di Belawan, Operasi Mesin Ikan-Ikan Terindikasi Kebal Hukum

Lanjut

Baca Juga

Provinsi Tapanuli: Dari Jejak Sejarah Menuju Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera
JURNAL

Provinsi Tapanuli: Dari Jejak Sejarah Menuju Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera

24 Juni 2026
Usut Tuntas! Punguan Silauraja Indonesia Desak Keadilan atas Kematian Jaka Malau
News

Usut Tuntas! Punguan Silauraja Indonesia Desak Keadilan atas Kematian Jaka Malau

20 Juni 2026
Dekapan Hangat KH Fathulloh dan Romo Damianus di Banyuwangi: Ikthtiar Merawat Toleransi yang Kian Langka
Budaya

Dekapan Hangat KH Fathulloh dan Romo Damianus di Banyuwangi: Ikthtiar Merawat Toleransi yang Kian Langka

16 Juni 2026
Menelusuri Lorong Kepemimpinan: Mengalirkan Pengaruh Melampaui Jabatan
Opini

Menelusuri Lorong Kepemimpinan: Mengalirkan Pengaruh Melampaui Jabatan

13 Juni 2026
Polres Dairi Bongkar Drama Penipuan: Habiskan Uang Perusahaan untuk Judi Online, Karyawan di Dairi Rekayasa Kasus Begal
News

Polres Dairi Bongkar Drama Penipuan: Habiskan Uang Perusahaan untuk Judi Online, Karyawan di Dairi Rekayasa Kasus Begal

10 Juni 2026
Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!
News

Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!

8 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Sumut Terjunkan Petugas Serentak ke Pelosok Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Usut Tuntas! Punguan Silauraja Indonesia Desak Keadilan atas Kematian Jaka Malau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Felicia Babak 6 Besar The Icon Indonesia SCTV: Mohon Dukungan untuk Rebut Tiket Top 5 Senin Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beredar Informasi Yang Membawa Kontraktor Proyek Sihapilis dan Huta Ginjang Samosir Adalah “OB”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In