• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Paparkan Program Kerja Prioritas 100 Hari Pertama, Fokus pada Pengembangan Ekosistem Budaya

admin satu
3 November 2024
/ Budaya
0 0
0
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Paparkan Program Kerja Prioritas 100 Hari Pertama, Fokus pada Pengembangan Ekosistem Budaya
Share on FacebookShare on Twitter

 

Padang I galasibot.co.id

Baca Juga

Sinergi Budaya dan Alam: PPTSB dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

Menelusuri Titik Nol Raja Sinaga: Rahasia Pusuk Buhit dan Tano Urat Namartua

Revitalisasi Sejarah Nasional: Menteri Kebudayaan Ajak Seluruh Daerah Hidupkan Narasi Sejarah

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, baru-baru ini memaparkan sejumlah program kerja prioritas yang akan dilaksanakan dalam 100 hari pertama setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam sebuah pernyataan yang menggugah, Fadli menekankan pentingnya menyentuh langsung pelaku budaya di berbagai sektor, termasuk musik, film, seni pertunjukan, dan seni tradisi.

“Pertama, kita akan menyentuh para pelaku budaya. Kami ingin memastikan bahwa suara dan kebutuhan mereka didengar dan diperhatikan,” ujar Fadli Zon. Dengan semangat tersebut, kementerian yang dipimpinnya bertekad untuk menciptakan ekosistem yang mendukung bagi pelaku seni dan budaya di seluruh Indonesia.

Fadli mengakui bahwa tantangan dihadapinya bukanlah hal yang mudah. Kementerian Kebudayaan yang baru dibentuk ini memerlukan strategi yang matang dan inovatif untuk memajukan berbagai aspek kebudayaan. Meskipun demikian, dia melihat ini sebagai peluang besar untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan di tanah air.

“Indonesia memiliki berbagai undang-undang yang bersinggungan dengan kebudayaan, seperti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Cagar Budaya, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ini adalah landasan yang kuat untuk mengembangkan kebudayaan kita,” lanjutnya.

Salah satu poin utama dalam program kerjanya adalah menyerap aspirasi pelaku seni di tanah air. Dalam hal ini, Fadli berencana untuk mengadakan forum dan pertemuan dengan seniman, budayawan, dan pelaku industri kreatif. Dengan mendengarkan secara langsung, ia berharap dapat merumuskan kebijakan yang lebih relevan dan berdampak positif bagi masyarakat.

Fadli Zon juga menggarisbawahi potensi besar Indonesia sebagai negara super power dalam bidang kebudayaan. Dengan lebih dari 700 bahasa, beragam ekspresi budaya, dan suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tak ternilai. “Perbedaan yang terangkum dalam Bhinneka Tunggal Ika adalah sesuatu yang luar biasa dan harus kita isi dengan ruang kebudayaan,” katanya.

Lebih lanjut, Fadli menyatakan bahwa dengan mengelola dan memajukan kebudayaan, Indonesia dapat memperkuat identitas nasional sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global. “Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa kekayaan budaya Indonesia adalah salah satu aset terbesar kita,” tegasnya.

Dalam beberapa bulan ke depan, Kementerian Kebudayaan akan meluncurkan serangkaian program untuk mendukung pelaku seni dan budaya, termasuk pendanaan untuk proyek seni, pelatihan bagi seniman, dan kampanye promosi budaya lokal. Fadli berkomitmen untuk menjadikan kementerian ini sebagai wadah yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan visi yang jelas dan langkah-langkah strategis, Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap dapat membawa perubahan positif yang nyata bagi dunia seni dan budaya di Indonesia. Dalam suasana yang penuh tantangan, dia yakin bahwa dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan pelaku budaya, masa depan kebudayaan Indonesia akan semakin cerah.(*)

Penulis berita: Wilfrid Sinaga

Tags: Ekosistem BudayaFadli ZonMenteri KebudayaanProgram Kerja Prioritas 100 Hari
SendShareTweet
Kembali

Kementerian Kebudayaan Ambil Alih Pengelolaan Dana Indonesiana, Komitmen Perkuat Ekosistem Seni dan Budaya di Tanah Air

Lanjut

Paslon Walikota dan Wakil Walikota Binjai Amir Hamzah-Jiji Janjikan Perhatian Lebih untuk Penarik Betor

Baca Juga

Sinergi Budaya dan Alam: PPTSB dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark Resmi Jalin Kerja Sama Strategis
Budaya

Sinergi Budaya dan Alam: PPTSB dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

13 April 2026
Menelusuri Titik Nol Raja Sinaga: Rahasia Pusuk Buhit dan Tano Urat Namartua
Budaya

Menelusuri Titik Nol Raja Sinaga: Rahasia Pusuk Buhit dan Tano Urat Namartua

4 April 2026
Revitalisasi Sejarah Nasional: Menteri Kebudayaan Ajak Seluruh Daerah Hidupkan Narasi Sejarah
Budaya

Revitalisasi Sejarah Nasional: Menteri Kebudayaan Ajak Seluruh Daerah Hidupkan Narasi Sejarah

31 Maret 2026
Infografis
Budaya

Membongkar Tabir Sejarah Kerajaan Nagur: Saatnya Sinaga Uruk Menegakkan Kembali Habonaron Do Bona

31 Maret 2026
Musda II Punguan Silauraja Indonesia Sumut Digelar, Abosden Gurning Kembali Terpilih Ketua DPD
Budaya

Musda II Punguan Silauraja Indonesia Sumut Digelar, Abosden Gurning Kembali Terpilih Ketua DPD

19 Februari 2026
Pesta Bona Taon Punguan Siraja Oloan Medan Permai 2026: Momentum Syukur dan Menjaga “Orbit” Keharmonisan
Budaya

Pesta Bona Taon Punguan Siraja Oloan Medan Permai 2026: Momentum Syukur dan Menjaga “Orbit” Keharmonisan

17 Februari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sarjana atau Tertinggal: Cermin Keras dari Budaya Pendidikan Orang Batak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinergi Budaya dan Alam: PPTSB dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPODT dan Ilusi Kesejahteraan: Infrastruktur Tertinggal di Pesisir Danau Toba, Simalungun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kongres GSRI 2026 Sukses Digelar, Pdt Drs Ependi Bukit Terpilih sebagai Ketua Umum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SD Budi Murni 2 Medan Raih Juara II Umum Kejuaraan Karate TAKO Piala Direktur POLMED 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In