Medan I galasibot.co.id
Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TC-UGGp) dan Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) telah menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan status Green Card UNESCO bagi Toba Caldera. Komitmen ini tercermin dalam pertemuan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Medan, pada Selasa (11/2/2025). Pada kesempatan itu, kedua lembaga membicarakan langkah-langkah kolaboratif untuk memperkuat revalidasi pengakuan UNESCO terhadap Toba Caldera sebagai salah satu taman bumi global.
Dr. Azizul Kholis, General Manager BP TC-UGGp, menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dalam mengelola Toba Caldera Geopark dengan melibatkan masyarakat secara aktif. “Misi kita adalah sesuai dengan rekomendasi UNESCO, yakni meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan geopark. Ini adalah langkah yang kami sambut gembira,” ujar Azizul.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Umum KMDT St. Edison Manurung, Ketua DPW KMDT Prof. Dr. Binari Manurung, serta Dewan Pakar DPP KMDT yang terdiri dari para ahli terkemuka. Gubernur Sumut ke-17, Dr. Ir. Tengku Erry Nuradi, juga hadir sebagai penggagas Pergub No. 88 Tahun 2017 tentang Badan Pengelola Kaldera Toba.
Azizul juga mengungkapkan bahwa BP TC-UGGp akan menggandeng 100 ahli dari berbagai bidang, mulai dari geologi hingga pariwisata, untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Toba Caldera. Ini akan melibatkan pakar-pakar terkenal, seperti Prof. Dr. Syawal Gultom, Prof. Dr. Binari Manurung, dan banyak lagi, yang berkomitmen untuk mendukung perkembangan geopark ini.
Dalam upaya memperkuat pengelolaan dan pengembangan Toba Caldera UNESCO Global Geopark, BP TC-UGGp telah menggandeng lebih dari 100 ahli dari berbagai bidang yang relevan. Para pakar ini berasal dari berbagai disiplin ilmu yang akan berperan penting dalam mendukung kualitas pengelolaan geopark, termasuk geologi, ekologi, biologi, kepariwisataan, pendidikan, serta penelitian dan pengembangan.
Beberapa tokoh yang telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung dalam tim pakar ini antara lain adalah Ketua Senat Universitas Negeri Medan (UNIMED), Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, yang juga merupakan putra daerah Kabupaten Samosir. Selain itu, ada juga nama-nama terkenal seperti Prof. Dr. Binari Manurung, M.Si, Prof. Dr. Robet Sibarani, MS, dan Prof. Dr. Albiner Siagian, yang selama ini telah berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
Tidak hanya itu, tokoh-tokoh lain yang ikut bergabung termasuk akademisi terkemuka seperti Prof. Dr. Carlok Nababan, Prof. Dr. Posman Sibuea, Prof. Dr. Elisabet Siahaan, serta Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof. Dr. Agussani, M.AP, yang turut memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan Toba Caldera.
Selain akademisi, beberapa ahli lainnya juga turut bergabung, seperti Prof. Dr. Sabrina, Prof. Dr. Nazaruddin Matondang, M.Sc, dan sejumlah ahli dalam bidang lingkungan hidup dan kepariwisataan seperti Prof. Dr. Ansari Yamama, MA, Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd, serta Prof. Dr. Ibrahim Gultom, MS.
Lebih lanjut, para pakar yang berasal dari berbagai universitas ternama dan lembaga riset ini, seperti Prof. Dr. Abdul Hamid, M.Pd, Prof. Dr. Noverita, serta Dr. Budi Sinulingga, M.Si, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam merumuskan strategi pengelolaan geopark yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari Ikatan Cendikiawan Karo, Dr. Budi Sinulingga turut menyuarakan pentingnya pendidikan dan pemberdayaan masyarakat sekitar dalam pengelolaan kawasan ini.
Tak ketinggalan, sejumlah ahli dalam bidang geoteknologi dan rekayasa lingkungan seperti Ir. Abdurrozaq Hasibuan, MT, dan Ir. Zahari Zein, M.Sc, Ph.D, juga menyatakan kesediaannya untuk bergabung guna memberikan pandangan mereka tentang pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Mereka akan bekerja sama dengan para pakar lainnya untuk merancang langkah-langkah strategis dalam meningkatkan daya saing geopark dan menjaga kelestarian alam di kawasan Toba Caldera.
Dengan keterlibatan lebih dari 100 ahli yang tersebar dari berbagai bidang ini, diharapkan proses revalidasi dan upaya meraih Green Card dari UNESCO dapat tercapai dengan lebih optimal, serta memastikan Toba Caldera sebagai geopark dunia yang berkelanjutan dan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.
St. Edison Manurung menyambut positif rencana strategis yang dipaparkan oleh BP TC-UGGp dan siap mendukung sepenuhnya program tersebut. Kedua lembaga sepakat untuk menandatangani MoU guna memastikan rencana aksi yang lebih konkret di lapangan.
“Fokus kita adalah menindaklanjuti rekomendasi UNESCO dan mewujudkan green card untuk Toba Caldera,” tegas Prof. Dr. Binari Manurung.
Acara diskusi ini ditutup dengan penyerahan cenderamata buku “100 Tokoh Melayu Nusantara” oleh Gubernur Sumut ke-17, Tengku Erry Nuradi, kepada Ketua Umum KMDT, St. Edison Manurung.(*)











