MEDAN | galasibot.co.id – Semangat dan optimisme terpancar dari wajah ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan II, Kecamatan Medan Tuntungan. Suasana itu terlihat saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengunjungi sekolah tersebut untuk meninjau fasilitas, proses adaptasi siswa, dan pelaksanaan pendidikan pasca-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (5/8/2026).
Kunjungan itu menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Medan dalam mendukung program nasional Presiden RI Prabowo Subianto yang bertujuan menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Rico Waas disambut Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Syahrial Saputra, bersama unsur TNI dan Polri, yakni Danramil 0201/07 Medan Tuntungan serta Kapolsek Medan Tuntungan.
Adaptasi Cepat Jadi Bukti Semangat Belajar
Rico Waas mengawali kunjungan dengan menyaksikan aktivitas pagi para siswa di lapangan.
Ia kemudian melihat latihan baris-berbaris yang dipimpin peserta didik.
Selain itu, ia berdialog langsung dengan sejumlah siswa mengenai pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan sekolah.
Menurut Rico, perubahan sikap para siswa berlangsung sangat cepat.
Ia mengaku bangga melihat semangat belajar dan kemampuan mereka beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Anak-anak sangat kompak. Mereka cepat beradaptasi. Dalam waktu singkat sudah mampu baris-berbaris, meneriakkan yel-yel, bahkan tampil menari dan bernyanyi,” ujar Rico Waas.
Sekolah Rakyat Bangun Kepercayaan Diri Anak
Rico mengenang masa awal pembentukan Sekolah Rakyat.
Saat itu, banyak siswa yang masih ragu menyampaikan cita-cita.
Kini situasinya berubah.
Menurutnya, para siswa mulai berani bermimpi menjadi prajurit TNI, anggota Polri, hakim, pengusaha, hingga profesi lainnya.
Ia meminta seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh.
“Kejar cita-cita setinggi mungkin. Tetap semangat dan jadilah kebanggaan keluarga,” pesannya.
Program Nasional untuk Memutus Rantai Kemiskinan
Dalam kunjungan tersebut, Rico Waas didampingi Kepala Dinas Sosial Khoiruddin Rangkuti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Barli Mulia Nasution, serta Kepala Dinas SDABMBK Khairul Azmi.
Ia menegaskan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut bertujuan membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurut Rico, pendidikan menjadi jalan paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Kota Medan berkomitmen mengawal tumbuh kembang anak-anak agar mampu memutus rantai kemiskinan keluarganya,” katanya.
Guru Diminta Mengajar dengan Hati
Rico juga memberikan pesan khusus kepada seluruh tenaga pendidik.
Ia berharap guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran.
Guru juga harus membangun kedekatan emosional dengan peserta didik.
Menurutnya, suasana kekeluargaan akan membantu anak berkembang lebih percaya diri.
Ia meminta seluruh pendidik memberikan layanan pendidikan terbaik kepada setiap siswa.
Fasilitas Modern Dukung Pendidikan Terpadu
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Syahrial Saputra, menjelaskan sekolah kini beroperasi sebagai kawasan pendidikan terpadu.
Sekolah melayani jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kompleks.
Fasilitas yang tersedia meliputi aula utama berkapasitas 1.080 orang, masjid, ruang ibadah bagi siswa Kristiani, asrama putra, asrama putri, asrama guru, ruang makan bersama, lapangan mini soccer berstandar internasional, hingga guesthouse.
Menurutnya, fasilitas tersebut mendukung proses pembelajaran yang lebih nyaman dan menyeluruh.
Taruna Akmil Bentuk Karakter dan Disiplin
Setelah menyelesaikan MPLS, seluruh siswa mengikuti program Bakti Taruna 2026.
Program tersebut dipandu Taruna Akademi Militer sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Kegiatan meliputi latihan disiplin, kepemimpinan, pembinaan mental, dan penguatan sikap.
Program dijadwalkan berlangsung hingga 7 Agustus 2026.
Setelah itu, sekolah akan melaksanakan matrikulasi.
Tahap tersebut bertujuan memetakan kemampuan akademik siswa sebelum memasuki kelas sesuai kompetensinya.
Tampung Ratusan Siswa dari Berbagai Jenjang
Syahrial menjelaskan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 menyediakan 36 rombongan belajar.
Jumlah itu terdiri atas 18 kelas SD, sembilan kelas SMP, dan sembilan kelas SMA.
Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah menerima 270 siswa baru.
Mereka bergabung dengan 200 siswa angkatan sebelumnya.
Seluruh peserta didik kini belajar dalam satu kawasan pendidikan terpadu yang mengutamakan kualitas pembelajaran, pembentukan karakter, dan pengembangan potensi.
Investasi Pendidikan untuk Masa Depan Medan
Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Medan.
Melalui dukungan pemerintah pusat dan daerah, sekolah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang berdaya saing, berkarakter, dan siap membangun masa depan yang lebih baik.
Program tersebut juga menjadi investasi jangka panjang dalam mengurangi kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan merata.(*)










