MEDAN | galasibot co id – Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., menerima kunjungan silaturahmi Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M.Si.K., beserta jajaran di ruang kerjanya, Rabu (5/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara legislatif dan kepolisian dalam menjaga keamanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Medan Utara.
Suasana pertemuan berlangsung hangat. Sebelum memulai diskusi, Wong Chun Sen menjamu Kapolres Pelabuhan Belawan beserta rombongan dengan sarapan pagi bersama. Kebersamaan itu menjadi awal mempererat komunikasi dan koordinasi dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wong Chun Sen menyampaikan ucapan selamat kepada AKBP Aditya S.P. Sembiring atas amanah barunya sebagai Kapolres Pelabuhan Belawan. Ia berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan rasa aman dan meningkatkan ketertiban masyarakat, terutama di wilayah Medan Utara.
Keamanan Jadi Prioritas
Wong menilai persoalan keamanan masih menjadi perhatian utama. Tingginya angka kriminalitas, peredaran narkoba, praktik perjudian, hingga tawuran antarremaja dinilai masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.
“Kalau kita melihat angka kriminalitas saat ini cukup tinggi, di samping masalah narkoba. Medan Utara juga kerap dikabarkan terjadi kenakalan remaja seperti tawuran antar-pemuda. Kita berharap kehadiran Kapolres Belawan, AKBP Aditya S.P. Sembiring, mampu meminimalisir berbagai persoalan tersebut, termasuk narkoba dan judi yang meresahkan masyarakat,” ujar Wong.
Menurut politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kota Medan itu, terciptanya keamanan merupakan fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Belawan Dinilai Punya Potensi Besar
Selain membahas keamanan, Wong juga menyoroti besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Belawan. Kawasan pelabuhan tersebut dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus destinasi wisata bahari Kota Medan.
Ia mengingatkan bahwa Belawan pernah menjadi salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara melalui kapal pesiar. Jika aktivitas tersebut kembali berkembang, maka dampaknya diyakini mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Dulu Kota Belawan ramai didatangi wisatawan dari luar negeri maupun dari berbagai daerah di luar Pulau Sumatera. Bahkan kapal pesiar pernah berlabuh di Belawan. Kalau kapal-kapal wisatawan kembali rutin masuk ke Belawan, tentu PAD dan perekonomian masyarakat bisa semakin maju,” katanya.
Wong menegaskan, keamanan dan kenyamanan menjadi syarat utama agar investasi, perdagangan, dan sektor pariwisata dapat berkembang secara optimal.
Polres Belawan Komitmen Berantas Kejahatan
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD Kota Medan. Ia menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan penegakan hukum terhadap berbagai tindak kriminal, terutama peredaran narkoba.
“Untuk menjadikan Kota Belawan bebas dari narkoba dan aksi kriminalitas, kami selalu gencar melakukan operasi penegakan hukum terhadap kriminalitas dan peredaran narkoba. Hal ini tentunya untuk meminimalisir aksi-aksi kejahatan di wilayah Kota Belawan,” tegas Aditya.
Ia menambahkan, upaya menciptakan Belawan yang aman tidak dapat dilakukan kepolisian sendiri. Sinergi bersama DPRD Kota Medan, Pemerintah Kota Medan, Kejaksaan Negeri Belawan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam memberantas narkoba, menekan angka kriminalitas, serta memperkuat pengawasan di kawasan pelabuhan.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas lembaga sehingga keamanan di Medan Utara semakin kondusif dan potensi ekonomi Belawan dapat berkembang lebih optimal.
Turut hadir dalam pertemuan itu Wakapolres Pelabuhan Belawan Kompol Dedy Darma, Kabag Ops Kompol J. Napitupulu, Kasat Reskrim AKP Agus, Kanit Tipikor AKP Abdul Rahim, Kasat Intel AKP Teguh, para kabag Sekretariat DPRD Kota Medan, serta Staf Ahli Ketua DPRD Kota Medan Zainuddin Lubis dan Sutrisno Pangaribuan.(*)










