Medan I galasibot.co.id
Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sumut dalam upaya mengatasi kejahatan siber. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Sumut, Ilyas Sitorus, saat menerima kunjungan Tim Siber Polda Sumut di Sumut Center, Kantor Gubernur, Medan.
Ilyas menjelaskan bahwa kejahatan siber merupakan tindakan kriminal yang dilakukan melalui jaringan cyber, memanfaatkan perangkat komputer yang terhubung dengan internet. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi digital, risiko kejahatan siber pun meningkat, sehingga masyarakat harus lebih waspada dan bijak dalam menggunakan media internet.
“Upaya yang selama ini kita lakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami menyebarkan literasi melalui media sosial dan flyer yang berisi informasi tentang kejahatan siber yang perlu diketahui,” kata Ilyas.
Sementara itu, Direktur Reserse Siber (Dirressiber) Polda Sumut, AKBP Doni Satria Sembiring, menegaskan komitmennya untuk menangani kejahatan siber yang terjadi di Sumut. Fokus utama mereka adalah mengantisipasi penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian yang semakin meningkat.
“Tujuan kami adalah penegakan hukum terhadap kejahatan siber di wilayah Sumut,” ujar Doni, yang didampingi Kasubdit IT III, Kompol Poltak YP Simbolon.
Doni menekankan pentingnya literasi siber bagi masyarakat, terutama di kalangan pelajar. Ia menyatakan bahwa edukasi dapat dimulai dari sekolah-sekolah untuk meningkatkan pemahaman tentang risiko dan cara melindungi diri dari kejahatan siber.
“Kunci utamanya adalah memberikan edukasi yang berkesinambungan agar masyarakat bisa lebih mengerti,” ungkapnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat Dinas Kominfo Sumut, termasuk Sekretaris Dinas Kominfo, Achmad Yazid Matondang, serta Kepala Bidang Persandian dan Keamanan, Rismawati, dan Kepala Bidang Aplikasi Informatika, Ilona Anggeriani.
Dengan sinergi antara Dinas Kominfo dan Polda, diharapkan langkah-langkah pencegahan dan penanganan kejahatan siber dapat berjalan efektif, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam beraktivitas di dunia digital.(*)
Penulis berita : Wilfrid Sinaga











