Medan | galasibot.co.id
Dalam semangat kasih dan pelayanan kepada sesama, Gereja Methodist Indonesia (GMI) Manna Marturia sukses menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) kesehatan yang menggandeng berbagai mitra lintas sektor, termasuk RS Columbia Asia, ABDI, serta Dental Christian Unity (DCU) FKG USU. Kegiatan ini berlangsung di kampus Universitas Methodist Indonesia, menyasar jemaat gereja serta masyarakat sekitar, khususnya kelompok lanjut usia (lansia).
Sejak pukul 09.00 WIB, warga tampak antusias mengikuti rangkaian pelayanan kesehatan yang tersedia. Sebanyak 200 voucher layanan kesehatan gratis disediakan, memungkinkan peserta memilih jenis pelayanan yang paling dibutuhkan.
Tiga bentuk pelayanan utama diberikan:
- Mini Check-Up: Pemeriksaan kadar kolesterol, gula darah, dan asam urat.
- Pemeriksaan Dokter Spesialis:
- dr. Naek Silitonga, Sp.THT, yang juga memberikan layanan audiometri.
- dr. Rointan Simanungkalit, Sp.KK, yang melayani konsultasi kesehatan kulit.
- Pelayanan Kesehatan Gigi: Pencabutan, penambalan, dan scaling, ditangani oleh tim DCU FKG USU yang dipimpin oleh Prof. Sondang Pintauli, drg. Martha H Purba, Sp.KG, dan drg. Anita bersama mahasiswa profesi.
Peserta yang memiliki hasil pemeriksaan kurang baik juga diberikan edukasi kesehatan dan obat-obatan secara gratis. Selain itu, panitia juga membagikan 150 kacamata baca dan 10 tongkat bantu jalan secara cuma-cuma bagi warga yang membutuhkan.
Pdt. Joslin Panjaitan, M.Min, selaku pendeta GMI Manna Marturia, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami percaya bahwa kesehatan adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan kasih Kristus yang nyata, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi melalui tindakan kasih dan kepedulian kepada sesama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan kasih antara gereja dan masyarakat sekitar. “Kami bersyukur atas kolaborasi luar biasa dari para mitra, dan kiranya kegiatan ini menjadi berkat bagi semua yang terlibat. Semua kemuliaan hanya bagi Tuhan,” tutupnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh sukacita. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan kesehatan yang terjangkau dan menyeluruh.(*)











