• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Ragam

Hadirnya UHC-JKMB: “Berobat Gratis dengan KTP – Layanan Kesehatan Tanpa Biaya untuk Warga Kota Medan”

Redaksi Galasibot.co.id
22 Februari 2025
/ Ragam
0 0
0
Hadirnya UHC-JKMB: “Berobat Gratis dengan KTP – Layanan Kesehatan Tanpa Biaya untuk Warga Kota Medan”

Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Medan Selayang.(Foto galasibot.co.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Medan  I galasibot.co.id

Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Medan. Banyak warga yang kesulitan untuk mengakses layanan medis yang memadai, terutama mereka yang kurang mampu. Namun, sebuah program yang terbilang revolusioner, yakni Universal Health Coverage Jaminan Kesehatan Medan Berkah (UHC-JKMB), telah membawa perubahan besar bagi masyarakat. Program ini tidak hanya memberikan akses kesehatan yang lebih merata, tetapi juga menyentuh kehidupan banyak orang dengan cara yang tak terduga.

Baca Juga

HARDIKNAS 2026: Seremoni dan Tantangan Substansi yang Belum Tuntas

Ketua DPRD Medan Sambut Panitia Paskah Oikumene 2026, Lyodra Ginting Siap Meriahkan Acara

Airin Rico Waas: Perempuan Penggerak Perubahan di Women Leader Festival 2026

 

Sejak diluncurkan pada 1 Desember 2022, UHC-JKMB telah menjadi angin segar bagi warga Kota Medan. Program yang dikenal dengan layanan berobat gratis menggunakan KTP Kota Medan ini membawa manfaat luar biasa bagi warga yang kurang mampu, memberikan mereka kesempatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa terbebani biaya. Di baliknya, terdapat kisah inspiratif dari kebijakan Pemerintah Kota Medan yang berkomitmen kuat untuk menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang inklusif dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

 

Kehadiran UHC-JKMB di Kota Medan merupakan langkah nyata Pemerintah Kota Medan dalam mengimplementasikan Universal Health Coverage (UHC), sebuah program yang sudah digagas oleh Pemerintah Pusat melalui BPJS Kesehatan. Sebelum UHC-JKMB hadir, pelayanan kesehatan di Kota Medan seringkali terbatas oleh faktor biaya, fasilitas yang tidak memadai, serta kurangnya akses bagi warga kurang mampu.

 

Benny Iskandar, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Medan, menjelaskan bahwa UHC-JKMB bukanlah program yang berasal langsung dari Pemerintah Pusat, melainkan inisiatif Pemko Medan yang merupakan tindak lanjut dari program nasional. Pemko Medan telah menganggarkan dana besar, hingga ratusan miliar rupiah, untuk memastikan agar program ini bisa berjalan dengan efektif. Sebagai contoh, pada tahun 2021, anggaran yang disiapkan mencapai Rp.161,6 miliar, kemudian meningkat menjadi lebih dari Rp197,2 miliar pada tahun 2022 dan lebih dari Rp.243,1 miliar pada tahun 2023. Kemudian di tahun 2024, kembali menyiapkan anggaran lebih dari Rp 213,6 Miliar,”.

 

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, Sumatera Utara, menyebutkan bahwa sebanyak 32.953 warga Medan menggunakan layanan kesehatan program UHC/JKMB (Universal Health Coverage/Jaminan Kesehatan Medan Berkah.

 

Pencapaian signifikan ini memungkinkan lebih banyak warga Kota Medan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang mereka butuhkan tanpa khawatir mengenai biaya.

 

Program UHC-JKMB langsung dirasakan manfaatnya oleh banyak warga Medan. Salah satunya Dewi Warga Medan Sunggal, selain mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, ia merasa sangat puas dengan kualitas pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis. “Alhamdulillah, saya sangat senang dan merasa terbantu dengan program ini. Jujur, program ini meringankan beban keluarga saya,” lanjutnya.

 

Dewi juga bercerita tentang pengalaman pahit yang sempat dihadapinya beberapa waktu lalu ketika suaminya mengalami kecelakaan. Ia sempat panik karena tidak memiliki dana untuk biaya pengobatan yang cukup. “Kantor tempat suami saya bekerja hanya menanggung biaya operasi dan kontrol untuk dua kali saja. Untuk proses penyembuhan selanjutnya, saya tidak memiliki biaya. Ditambah lagi, kami tidak terdaftar di BPJS Kesehatan,” jelas Dewi dengan mata yang sedikit berkaca-kaca, mengenang kesulitan yang pernah dialaminya.

 

Namun, berkat adanya program UHC JKMB, Dewi kini merasa lega dan terbantu. Program ini memberikan kesempatan bagi warga seperti Dewi dan keluarganya untuk mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa perlu khawatir tentang biaya yang memberatkan. “Sekarang, saya merasa lebih tenang dan tidak perlu khawatir lagi soal biaya pengobatan. Program ini sangat berarti bagi kami,” tambah Dewi.

 

Bagi Dewi, pengalaman ini bukan hanya sekadar cerita tentang bantuan kesehatan, tetapi juga sebuah harapan baru untuk keluarga yang sempat terpuruk. Melalui UHC JKMB, ia bisa merasakan keadilan dalam pelayanan kesehatan tanpa terbebani oleh biaya yang mahal.

 

Seain itu Ibu Siti, seorang ibu rumah tangga menuturkan. “Dulu, saya harus menunggu lama untuk bisa mendapatkan layanan di rumah sakit, dan biaya pengobatan sering membuat saya khawatir. Namun, setelah mengikuti program ini, saya bisa langsung mendapatkan perawatan tanpa khawatir soal biaya,” ungkap Ibu Siti. Kisahnya mencerminkan bagaimana UHC-JKMB telah mengubah kehidupan banyak keluarga yang sebelumnya merasa terbebani oleh biaya medis.

 

Di Puskesmas Medan Teladan, salah satu pusat kesehatan di Medan, tercatat sejumlah pasien yang datang berobat menggunakan KTP mencapai 138 warga yang berobat menggunakan KTP sejak peluncuran program UHC-JKMB. Sebagian besar dari mereka merupakan keluarga kurang mampu yang sebelumnya tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan atau bahkan menunggak iuran. Program ini memungkinkan mereka untuk mendapatkan pelayanan medis tanpa biaya, langsung terlayani dengan baik.

 

Sebelum hadirnya UHC-JKMB, aksesibilitas layanan kesehatan di Medan sangat terbatas. Warga yang tinggal di daerah pinggiran atau yang tidak mampu sering kali kesulitan mendapatkan pengobatan yang memadai. Ditambah lagi dengan biaya pengobatan yang tinggi, banyak warga yang akhirnya memilih untuk mengabaikan masalah kesehatan mereka hingga menjadi lebih parah.

 

Namun, dengan UHC-JKMB, keadaan ini mulai berubah. Program ini memastikan bahwa hampir semua fasilitas kesehatan di Kota Medan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, terintegrasi dalam jaringan pelayanan UHC. Kini, warga yang terdaftar dapat dengan mudah mengakses layanan medis tanpa perlu menunggu lama atau khawatir tentang biaya.

 

Salah satu aspek penting dalam implementasi UHC-JKMB adalah peningkatan kualitas tenaga medis dan fasilitas kesehatan. Rumah sakit dan puskesmas yang terlibat dalam program ini menerima pelatihan dan dukungan untuk meningkatkan kualitas pelayanan mereka, baik dari segi teknis maupun pelayanan kepada pasien. Dengan adanya program ini, tenaga medis di Medan semakin terlatih dan lebih siap dalam menghadapi berbagai kondisi medis, termasuk dalam situasi darurat.

 

Meski telah memberikan banyak manfaat, pelaksanaan UHC-JKMB juga tidak lepas dari tantangan. Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan anggaran. Untuk memperluas cakupan layanan, pemerintah daerah perlu mengelola dana secara efisien, terutama mengingat jumlah penduduk yang semakin meningkat dan kompleksitas pelayanan kesehatan yang semakin berkembang.

 

Selain itu, kendala infrastruktur kesehatan di daerah terpencil juga menjadi isu besar. Beberapa daerah di luar pusat kota Medan masih kesulitan untuk memenuhi standar fasilitas kesehatan yang memadai. Namun, Pemerintah Kota Medan terus berupaya mengatasi tantangan tersebut dengan berbagai inovasi, salah satunya adalah melalui penggunaan teknologi informasi untuk mempercepat administrasi dan pelaporan kesehatan.

 

Program UHC-JKMB juga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Medan. Selain meningkatkan taraf kesehatan, program ini juga berdampak pada kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Masyarakat yang sehat lebih produktif, lebih mudah mendapatkan pekerjaan, dan dapat berpartisipasi lebih aktif dalam kegiatan ekonomi. Selain itu, dengan akses kesehatan yang terjamin, angka kemiskinan pun dapat ditekan, karena keluarga-keluarga miskin tidak lagi terbebani oleh biaya pengobatan yang tinggi.

 

UHC-JKMB bukan hanya sekadar program kesehatan, tetapi juga simbol transformasi besar dalam sistem pelayanan kesehatan di Kota Medan. Dengan mengubah tantangan menjadi peluang, Pemko Medan berhasil memberikan akses kesehatan yang lebih merata, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh masyarakatnya. Program ini menjadi contoh bagaimana pelayanan kesehatan yang inklusif dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.

 

Melalui kerja sama antara pemerintah, rumah sakit, puskesmas, serta masyarakat, UHC-JKMB telah membuktikan bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, dan dengan keseriusan serta komitmen yang tinggi, program ini dapat terus berkembang untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kota Medan.(Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba Karya Tulis Jurnalistik bertema “Mengubah Musibah Menjadi Berkah dengan UMC-JKMB) oleh Komunitas Jurnalis Anak Medan). (Penulis : Wilfrid B Sinaga)

 

Source: Penulis : Wilfrid Sinaga
Via: Editor :Baldwin
Tags: Berobat Gratis KTP MedanJaminan Kesehatan Masyarakat MedanKesehatan Tanpa Biaya MedanLayanan Kesehatan Kota MedanUHC-JKMB Medan
SendShareTweet
Kembali

Masyarakat Desa Aornakan II Gelar Upacara Adat Menanda Tahun, Ritual Budaya Pakpak yang Sakral

Lanjut

Wakil Walikota Binjai Hasanul Jihadi Lepaskan Peserta Power Fit Run Indonesia, Dorong Semangat Olahraga dan Kebersamaan

Baca Juga

HARDIKNAS 2026: Seremoni dan Tantangan Substansi yang Belum Tuntas
Ragam

HARDIKNAS 2026: Seremoni dan Tantangan Substansi yang Belum Tuntas

1 Mei 2026
Ketua DPRD Medan Sambut Panitia Paskah Oikumene 2026, Lyodra Ginting Siap Meriahkan Acara
Dprd medan

Ketua DPRD Medan Sambut Panitia Paskah Oikumene 2026, Lyodra Ginting Siap Meriahkan Acara

28 April 2026
Airin Rico Waas: Perempuan Penggerak Perubahan di Women Leader Festival 2026
Ragam

Airin Rico Waas: Perempuan Penggerak Perubahan di Women Leader Festival 2026

27 April 2026
Medan Gemilang, Rico Waas Terima National Governance Award 2026 Lewat Transformasi Digital
Ragam

Medan Gemilang, Rico Waas Terima National Governance Award 2026 Lewat Transformasi Digital

25 April 2026
Capaian Membanggakan, IPLM Sumut 2025 Tembus Peringkat 10 Besar Nasional
Ragam

Capaian Membanggakan, IPLM Sumut 2025 Tembus Peringkat 10 Besar Nasional

25 April 2026
Pesugihan Gunung Klawih Mengancam, Sekawan Limo 2 Siap Mengocok Perut dan Nyali Mulai 27 Mei 2026
Ragam

Pesugihan Gunung Klawih Mengancam, Sekawan Limo 2 Siap Mengocok Perut dan Nyali Mulai 27 Mei 2026

20 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinergi Budaya dan Alam: PPTSB dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPODT dan Ilusi Kesejahteraan: Infrastruktur Tertinggal di Pesisir Danau Toba, Simalungun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SD Budi Murni 2 Medan Raih Juara II Umum Kejuaraan Karate TAKO Piala Direktur POLMED 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harianto Sinaga Tantang Debat Terbuka Bane Raja Manalu: “BPODT Itu Perbaiki, Bukan Bubarkan!”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sarjana atau Tertinggal: Cermin Keras dari Budaya Pendidikan Orang Batak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In