Depok | galasibot.co.id
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah mengumumkan peluncuran program sertifikat elektronik untuk tanah. Namun, pengumuman ini menimbulkan berbagai pertanyaan dari masyarakat, terutama mengenai nasib sertifikat lama yang masih berbentuk fisik.
Kepala BPN Kota Depok, Indra Gunawan, dalam sosialisasi internal layanan elektronik mengakui adanya sejumlah pertanyaan tersebut. “Pertanyaannya apakah sertifikat lama akan ditarik massal? Jawabannya adalah tidak,” jelas Indra Gunawan di aula Kantor Pertanahan Kota Depok, Kamis (30/5/24). Kementerian ATR/BPN menegaskan bahwa tidak akan ada penarikan sertifikat lama secara massal. Sertifikat lama masih tetap berlaku dan memiliki kekuatan hukum yang sama dengan sertifikat elektronik.
Alasan utama tidak dilakukan penarikan massal adalah untuk melindungi hak-hak masyarakat. “Penarikan sertifikat lama secara massal dikhawatirkan dapat menyebabkan kebingungan dan keresahan di masyarakat,” tambahnya.
Program Sertifikat Elektronik Bersifat Sukarela
Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran BPN Kota Depok, Dindin Saripudin, menjelaskan bahwa program sertifikat elektronik bersifat sukarela. Artinya, pemilik tanah tidak diwajibkan untuk mengganti sertifikat lama mereka dengan sertifikat elektronik. Namun, diharapkan pemilik tanah secara bertahap melakukan alih media ke sertifikat elektronik karena beberapa keunggulan yang ditawarkan:
1. Lebih Aman dan Terjamin:Sertifikat elektronik disimpan secara digital di sistem elektronik BPN, sehingga lebih aman dari risiko pemalsuan dan kehilangan.
2. Lebih Mudah Diakses: Sertifikat elektronik dapat diakses secara online melalui aplikasi SENTUH TANAHKU, memudahkan pemeriksaan keabsahannya.
3. Lebih Efisien:Proses pengurusan sertifikat elektronik lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan sertifikat lama.
Proses Pengurusan Sertifikat Tanah
Bagi pemilik tanah yang sedang dalam proses pengurusan sertifikat tanah, BPN Kota Depok tetap akan memproses sertifikat dalam bentuk fisik sesuai permohonan. Namun, BPN akan terus mendorong pemilik tanah untuk mengubah permohonan mereka menjadi sertifikat elektronik agar memperoleh keuntungan-keuntungan yang telah disebutkan.
Perbaikan dan Penggunaan Akun SENTUH TANAHKU
Dindin juga menambahkan bahwa kesalahan dalam proses pengurusan sertifikat elektronik dapat diperbaiki. “Pemilik tanah dapat mengajukan permohonan perbaikan kepada BPN dengan menyertakan dokumen yang dipersyaratkan,” jelasnya.
Mengenai penggunaan akun SENTUH TANAHKU, saat ini belum ada kewajiban bagi pemilik tanah untuk memiliki akun tersebut. Namun, Dindin menghimbau masyarakat untuk memiliki akun SENTUH TANAHKU karena banyak manfaat yang bisa diperoleh, seperti:
1. Memantau Status Sertifikat Tanah: Pemilik tanah dapat melihat status sertifikat tanah mereka secara online.
2. Melakukan Transaksi Tanah: Pemilik tanah dapat melakukan berbagai transaksi tanah secara online.
3. Mendapatkan Informasi Terkait Pertanahan: Pemilik tanah dapat mengakses berbagai informasi terkait pertanahan.
Pemilik tanah dapat membuat akun SENTUH TANAHKU melalui situs web atau aplikasi mobile SENTUH TANAHKU. “Untuk informasi lebih lanjut tentang cara membuat akun SENTUH TANAHKU dapat dilihat di situs web resmi BPN atau datang langsung ke BPN Kota Depok, kami akan layani,” pungkas Dindin Saripudin.(*)
Penulis berita :Rohana











