Simalungun | galasibot co.id
Di tengah geliat pembangunan dan slogan kesejahteraan yang didengungkan pemerintah, masih ada masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Arsad Nasution (58), seorang warga Huta Bandar Syahkuda, Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, harus menjalani hidup yang memprihatinkan dengan tinggal satu atap bersama kambing.
Arsad, yang berstatus lajang tua dan bekerja sebagai buruh tani, tinggal di sebuah gubuk yang ia bagi dengan kambing milik tetangganya. Kondisi tempat tinggalnya sangat memprihatinkan, terutama pada malam hari ketika cuaca dingin dan nyamuk-nyamuk nakal mengganggu tidurnya. Sudah tiga tahun Arsad Nasution hidup dalam kondisi ini tanpa perhatian dari pemerintah setempat.
Arsad bekerja sebagai buruh tani yang menderes setiap hari dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari. Keadaan hidup yang serba sulit ini membuat Arsad Nasution harus terus berjuang untuk bertahan hidup.
Kisah Arsad Nasution menjadi cerminan betapa masih ada masyarakat yang belum merasakan kesejahteraan seperti yang dijanjikan. Mari kita bersama-sama memberikan bantuan untuk meringankan beban penderitaan saudara kita ini. Bantuan berupa tempat tinggal yang layak, meskipun hanya berupa gubuk sederhana, akan sangat berarti bagi Arsad Nasution agar ia tidak perlu lagi berbagi atap dengan kambing.
Semoga dengan perhatian dan kepedulian kita semua, Arsad Nasution dapat menjalani hidup yang lebih baik dan layak. Bantuan sekecil apapun akan sangat berarti bagi Arsad dan dapat mengubah kehidupannya menjadi lebih baik, ujar seorang warga saat ditemui wartawan galasibot.co.id.(*)
Penulis berita : JAT Purba











