• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Ragam

Luhut Binsar Panjaitan di Vatikan: “AI Bukan Monster, Melainkan Alat untuk Mengangkat Martabat Manusia”

Redaksi Galasibot.co.id
20 November 2025
/ Ragam
0 0
0
Luhut Binsar Panjaitan di Vatikan: “AI Bukan Monster, Melainkan Alat untuk Mengangkat Martabat Manusia”

Menteri Koperasi RI Dr. H. Ferry Juliantono berfoto bersama jajaran DPN UKM IKM Nusantara, para kepala daerah, serta pejabat Kemenkop dan LPDB usai audiensi mengenai Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jakarta, 20 November.(Foto galasibot.co.id/Wilfrid)

Share on FacebookShare on Twitter

Vatikan | galasibot.co.id

Ketua Dewan Ekonomi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) bukanlah monster yang harus ditakuti. Menurutnya, AI merupakan alat yang harus dikelola manusia untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat manusia.

Baca Juga

Ketua DPRD Medan Sambut Panitia Paskah Oikumene 2026, Lyodra Ginting Siap Meriahkan Acara

Airin Rico Waas: Perempuan Penggerak Perubahan di Women Leader Festival 2026

Medan Gemilang, Rico Waas Terima National Governance Award 2026 Lewat Transformasi Digital

Pernyataan itu disampaikan Luhut saat menyampaikan pidato pembukaan pada Konferensi Algorethics and Governance yang digelar oleh Scholas Occurentes di Saint John Paul II Auditorium, Pontifical Universita Urbaniana, Vatikan. Konferensi ini dihadiri para peserta dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Brasil, Argentina, Spanyol, Albania, Mozambik, Ukraina, Polandia, dan Italia.

Scholas Occurentes adalah Yayasan Kepausan yang historinya berakar pada inisiatif pendidikan untuk anak-anak miskin di Buenos Aires yang dirintis oleh Kardinal Jorge Mario Bergoglio—yang kini dikenal sebagai Paus Fransiskus. Jaringan ini kini berkembang menjadi wadah sekolah-sekolah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

AI sebagai Alat Manusia
Dalam pidatonya, Luhut menekankan bahwa AI “harus tetap menjadi alat di tangan manusia”. Ia menggarisbawahi bahwa masa depan umat manusia akan sangat dipengaruhi inovasi teknologi, sehingga semua kemajuan harus berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan martabat manusia.

Ia merujuk pada pesan Paus Fransiskus dalam konvensi internasional Generative Artificial Intelligence and Technocratic Paradigm pada Juni 2024, yang menegaskan bahwa AI memiliki potensi besar untuk kebaikan, tetapi penggunaannya harus mengedepankan etika, solidaritas, dan pelayanan terhadap kemanusiaan.

Menurut Luhut, AI membawa peluang besar bagi penemuan dan kreativitas manusia, tetapi juga dapat mendistorsi kebenaran dan memperlebar ketidakadilan jika tidak diarahkan oleh prinsip moral. “AI harus didasarkan pada keadilan, kasih sayang, dan solidaritas,” ujarnya.

Tindakan Nyata Melalui Pendidikan
Luhut menegaskan pentingnya pendidikan sebagai alat untuk meningkatkan kemanusiaan. Ia mencontohkan penerapan Metode GASING (Gampang, Asik, Menyenangkan) yang dikembangkan oleh profesor dan fisikawan Yohanes Surya.

Metode pembelajaran matematika ini pernah diterapkan pada siswa Papua di Tolikara pada 2008—saat wilayah itu memiliki indeks pembangunan manusia terendah di Indonesia. Dalam waktu enam bulan, siswa yang sebelumnya tidak menguasai perkalian dasar berhasil menyelesaikan seluruh materi setingkat SD.

“Anak-anak belajar melalui tawa, permainan, dan nyanyian. Pendidikan harus menjadi transformasi, bukan sekadar informasi,” ujarnya.

AI yang Berpusat pada Manusia
Luhut kembali mengutip pesan Paus Fransiskus bahwa AI harus berpusat pada manusia. Ia menyerukan gerakan global yang memastikan perlindungan martabat manusia, membuka inklusivitas bagi seluruh komunitas, memperkuat pendidikan, dan menjaga identitas budaya di tengah kemajuan teknologi.

“AI hendaknya mengangkat kemanusiaan dengan memprioritaskan mereka yang miskin dan rentan,” tegasnya.

Mengakhiri pidatonya, Luhut menekankan bahwa konferensi bukanlah tujuan akhir. “Harus ada tindakan nyata. Negara lain bisa belajar dari Indonesia, termasuk dari Metode Gasing,” katanya.

Luhut menutup dengan pesan kuat: AI adalah transformasi besar, tetapi tetap harus menjadi alat di tangan manusia.(*)

Tags: #AI-humanity-insight_X92#Algorethics-governance-forum_Q31#Luhut-Panjaitan-Vatican-speech_R77#Metode-Gasing-innovation_T44Scholas-Occurrentes-education_M58
SendShareTweet
Kembali

Ribuan Massa GSP–Sortagari Geruduk Kantor Pemerintahan di Pakpak Bharat, Tuntut Penegasan Tapal Batas dan Proses Hukum Penghinaan Suku

Lanjut

Menteri Koperasi RI Terima Audiensi DPN UKM IKM Nusantara, Bahas Penguatan Ekonomi Desa Lewat Program KDKMP

Baca Juga

Ketua DPRD Medan Sambut Panitia Paskah Oikumene 2026, Lyodra Ginting Siap Meriahkan Acara
Dprd medan

Ketua DPRD Medan Sambut Panitia Paskah Oikumene 2026, Lyodra Ginting Siap Meriahkan Acara

28 April 2026
Airin Rico Waas: Perempuan Penggerak Perubahan di Women Leader Festival 2026
Ragam

Airin Rico Waas: Perempuan Penggerak Perubahan di Women Leader Festival 2026

27 April 2026
Medan Gemilang, Rico Waas Terima National Governance Award 2026 Lewat Transformasi Digital
Ragam

Medan Gemilang, Rico Waas Terima National Governance Award 2026 Lewat Transformasi Digital

25 April 2026
Capaian Membanggakan, IPLM Sumut 2025 Tembus Peringkat 10 Besar Nasional
Ragam

Capaian Membanggakan, IPLM Sumut 2025 Tembus Peringkat 10 Besar Nasional

25 April 2026
Pesugihan Gunung Klawih Mengancam, Sekawan Limo 2 Siap Mengocok Perut dan Nyali Mulai 27 Mei 2026
Ragam

Pesugihan Gunung Klawih Mengancam, Sekawan Limo 2 Siap Mengocok Perut dan Nyali Mulai 27 Mei 2026

20 April 2026
Edis Galingging Dukung Komisi C DPRD Sumut Gelar RDP Terkait Ganti Rugi Dana Umat Katolik Aek Nabara
Ragam

Edis Galingging Dukung Komisi C DPRD Sumut Gelar RDP Terkait Ganti Rugi Dana Umat Katolik Aek Nabara

17 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sarjana atau Tertinggal: Cermin Keras dari Budaya Pendidikan Orang Batak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinergi Budaya dan Alam: PPTSB dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPODT dan Ilusi Kesejahteraan: Infrastruktur Tertinggal di Pesisir Danau Toba, Simalungun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SD Budi Murni 2 Medan Raih Juara II Umum Kejuaraan Karate TAKO Piala Direktur POLMED 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harianto Sinaga Tantang Debat Terbuka Bane Raja Manalu: “BPODT Itu Perbaiki, Bukan Bubarkan!”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In