• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Ragam

Luhut Binsar Panjaitan di Vatikan: “AI Bukan Monster, Melainkan Alat untuk Mengangkat Martabat Manusia”

Redaksi Galasibot.co.id
20 November 2025
/ Ragam
0 0
0
Luhut Binsar Panjaitan di Vatikan: “AI Bukan Monster, Melainkan Alat untuk Mengangkat Martabat Manusia”

Menteri Koperasi RI Dr. H. Ferry Juliantono berfoto bersama jajaran DPN UKM IKM Nusantara, para kepala daerah, serta pejabat Kemenkop dan LPDB usai audiensi mengenai Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jakarta, 20 November.(Foto galasibot.co.id/Wilfrid)

Share on FacebookShare on Twitter

Vatikan | galasibot.co.id

Ketua Dewan Ekonomi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) bukanlah monster yang harus ditakuti. Menurutnya, AI merupakan alat yang harus dikelola manusia untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat manusia.

Baca Juga

Pesparani Katolik II Kalbar 2026 Gelar Lomba Paduan Suara di Pontianak

Satpol PP Medan Percepat Pembentukan Aslinmas Hingga Tingkat Kelurahan

Ketua Dekranasda Medan Dorong Inovasi Ulos Tembus Pasar Fesyen Modern

Pernyataan itu disampaikan Luhut saat menyampaikan pidato pembukaan pada Konferensi Algorethics and Governance yang digelar oleh Scholas Occurentes di Saint John Paul II Auditorium, Pontifical Universita Urbaniana, Vatikan. Konferensi ini dihadiri para peserta dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Brasil, Argentina, Spanyol, Albania, Mozambik, Ukraina, Polandia, dan Italia.

Scholas Occurentes adalah Yayasan Kepausan yang historinya berakar pada inisiatif pendidikan untuk anak-anak miskin di Buenos Aires yang dirintis oleh Kardinal Jorge Mario Bergoglio—yang kini dikenal sebagai Paus Fransiskus. Jaringan ini kini berkembang menjadi wadah sekolah-sekolah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

AI sebagai Alat Manusia
Dalam pidatonya, Luhut menekankan bahwa AI “harus tetap menjadi alat di tangan manusia”. Ia menggarisbawahi bahwa masa depan umat manusia akan sangat dipengaruhi inovasi teknologi, sehingga semua kemajuan harus berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan martabat manusia.

Ia merujuk pada pesan Paus Fransiskus dalam konvensi internasional Generative Artificial Intelligence and Technocratic Paradigm pada Juni 2024, yang menegaskan bahwa AI memiliki potensi besar untuk kebaikan, tetapi penggunaannya harus mengedepankan etika, solidaritas, dan pelayanan terhadap kemanusiaan.

Menurut Luhut, AI membawa peluang besar bagi penemuan dan kreativitas manusia, tetapi juga dapat mendistorsi kebenaran dan memperlebar ketidakadilan jika tidak diarahkan oleh prinsip moral. “AI harus didasarkan pada keadilan, kasih sayang, dan solidaritas,” ujarnya.

Tindakan Nyata Melalui Pendidikan
Luhut menegaskan pentingnya pendidikan sebagai alat untuk meningkatkan kemanusiaan. Ia mencontohkan penerapan Metode GASING (Gampang, Asik, Menyenangkan) yang dikembangkan oleh profesor dan fisikawan Yohanes Surya.

Metode pembelajaran matematika ini pernah diterapkan pada siswa Papua di Tolikara pada 2008—saat wilayah itu memiliki indeks pembangunan manusia terendah di Indonesia. Dalam waktu enam bulan, siswa yang sebelumnya tidak menguasai perkalian dasar berhasil menyelesaikan seluruh materi setingkat SD.

“Anak-anak belajar melalui tawa, permainan, dan nyanyian. Pendidikan harus menjadi transformasi, bukan sekadar informasi,” ujarnya.

AI yang Berpusat pada Manusia
Luhut kembali mengutip pesan Paus Fransiskus bahwa AI harus berpusat pada manusia. Ia menyerukan gerakan global yang memastikan perlindungan martabat manusia, membuka inklusivitas bagi seluruh komunitas, memperkuat pendidikan, dan menjaga identitas budaya di tengah kemajuan teknologi.

“AI hendaknya mengangkat kemanusiaan dengan memprioritaskan mereka yang miskin dan rentan,” tegasnya.

Mengakhiri pidatonya, Luhut menekankan bahwa konferensi bukanlah tujuan akhir. “Harus ada tindakan nyata. Negara lain bisa belajar dari Indonesia, termasuk dari Metode Gasing,” katanya.

Luhut menutup dengan pesan kuat: AI adalah transformasi besar, tetapi tetap harus menjadi alat di tangan manusia.(*)

Tags: #AI-humanity-insight_X92#Algorethics-governance-forum_Q31#Luhut-Panjaitan-Vatican-speech_R77#Metode-Gasing-innovation_T44Scholas-Occurrentes-education_M58
SendShareTweet
Kembali

Ribuan Massa GSP–Sortagari Geruduk Kantor Pemerintahan di Pakpak Bharat, Tuntut Penegasan Tapal Batas dan Proses Hukum Penghinaan Suku

Lanjut

Menteri Koperasi RI Terima Audiensi DPN UKM IKM Nusantara, Bahas Penguatan Ekonomi Desa Lewat Program KDKMP

Baca Juga

Pesparani Katolik II Kalbar 2026 Gelar Lomba Paduan Suara di Pontianak
Ragam

Pesparani Katolik II Kalbar 2026 Gelar Lomba Paduan Suara di Pontianak

15 Oktober 2026
Satpol PP Medan Percepat Pembentukan Aslinmas Hingga Tingkat Kelurahan
Ragam

Satpol PP Medan Percepat Pembentukan Aslinmas Hingga Tingkat Kelurahan

15 Oktober 2026
Ketua Dekranasda Medan Dorong Inovasi Ulos Tembus Pasar Fesyen Modern
Budaya

Ketua Dekranasda Medan Dorong Inovasi Ulos Tembus Pasar Fesyen Modern

13 Oktober 2026
Buka MFCF 2026, Wali Kota Medan Rico Waas Dorong Ulos Tembus Pasar Fesyen Dunia
Budaya

Buka MFCF 2026, Wali Kota Medan Rico Waas Dorong Ulos Tembus Pasar Fesyen Dunia

13 Oktober 2026
Apresiasi Semangat Wartawan, Ketua PWI Sumut Resmi Buka Pembentukan Panitia Natal 2026
News

Apresiasi Semangat Wartawan, Ketua PWI Sumut Resmi Buka Pembentukan Panitia Natal 2026

13 Oktober 2026
Belanda Kembalikan Berlian Banjarmasin ke Indonesia, Nilainya Tembus Rp50 Miliar
Internasional

Belanda Kembalikan Berlian Banjarmasin ke Indonesia, Nilainya Tembus Rp50 Miliar

12 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Menanti Dua Dekade Air Bersih: Asa Baru Warga Griya Kencana Usai Disinggahi Walikota Medan Rico Waas

    Menanti Dua Dekade Air Bersih: Asa Baru Warga Griya Kencana Usai Disinggahi Walikota Medan Rico Waas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungutan Liar di MAN 2 Tanjung Pura Langkat Didorong ke Kejatisu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga  Desak Transparansi Kompensasi dan Legalitas Proyek Perumahan, Antonius Tumanggor Minta Pemko Medan Turun Tangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dirusak Sekelompok Orang, Janda di Hamparan Perak Minta Polisi Tangkap Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengurai Teror Bom Molotov di Namorambe: Polisi Naikkan Status Penyelidikan dan Ancam Jemput Paksa Saksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD PATRIA Sumut Buka Kembali Ruang Dialog: Dari Kerinduan Kader Menuju Kaderisasi Politik Berbasis Pelayanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In