• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Ragam

Luhut Binsar Panjaitan di Vatikan: “AI Bukan Monster, Melainkan Alat untuk Mengangkat Martabat Manusia”

Redaksi Galasibot.co.id
20 November 2025
/ Ragam
0 0
0
Luhut Binsar Panjaitan di Vatikan: “AI Bukan Monster, Melainkan Alat untuk Mengangkat Martabat Manusia”

Menteri Koperasi RI Dr. H. Ferry Juliantono berfoto bersama jajaran DPN UKM IKM Nusantara, para kepala daerah, serta pejabat Kemenkop dan LPDB usai audiensi mengenai Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jakarta, 20 November.(Foto galasibot.co.id/Wilfrid)

Share on FacebookShare on Twitter

Vatikan | galasibot.co.id

Ketua Dewan Ekonomi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) bukanlah monster yang harus ditakuti. Menurutnya, AI merupakan alat yang harus dikelola manusia untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat manusia.

Baca Juga

Ratusan Umat Kristiani Medan Ikuti Momentum Kesatuan Doa Nasional HUT ke-81 RI

Uskup Tanjungkarang: Kesejahteraan Tercapai Jika Warga Miskin Menjadi Prioritas

Generasi Muda Tampil di Istana pada HUT ke-81 RI, dari GBN hingga Sekolah Rakyat

Pernyataan itu disampaikan Luhut saat menyampaikan pidato pembukaan pada Konferensi Algorethics and Governance yang digelar oleh Scholas Occurentes di Saint John Paul II Auditorium, Pontifical Universita Urbaniana, Vatikan. Konferensi ini dihadiri para peserta dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Brasil, Argentina, Spanyol, Albania, Mozambik, Ukraina, Polandia, dan Italia.

Scholas Occurentes adalah Yayasan Kepausan yang historinya berakar pada inisiatif pendidikan untuk anak-anak miskin di Buenos Aires yang dirintis oleh Kardinal Jorge Mario Bergoglio—yang kini dikenal sebagai Paus Fransiskus. Jaringan ini kini berkembang menjadi wadah sekolah-sekolah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

AI sebagai Alat Manusia
Dalam pidatonya, Luhut menekankan bahwa AI “harus tetap menjadi alat di tangan manusia”. Ia menggarisbawahi bahwa masa depan umat manusia akan sangat dipengaruhi inovasi teknologi, sehingga semua kemajuan harus berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan martabat manusia.

Ia merujuk pada pesan Paus Fransiskus dalam konvensi internasional Generative Artificial Intelligence and Technocratic Paradigm pada Juni 2024, yang menegaskan bahwa AI memiliki potensi besar untuk kebaikan, tetapi penggunaannya harus mengedepankan etika, solidaritas, dan pelayanan terhadap kemanusiaan.

Menurut Luhut, AI membawa peluang besar bagi penemuan dan kreativitas manusia, tetapi juga dapat mendistorsi kebenaran dan memperlebar ketidakadilan jika tidak diarahkan oleh prinsip moral. “AI harus didasarkan pada keadilan, kasih sayang, dan solidaritas,” ujarnya.

Tindakan Nyata Melalui Pendidikan
Luhut menegaskan pentingnya pendidikan sebagai alat untuk meningkatkan kemanusiaan. Ia mencontohkan penerapan Metode GASING (Gampang, Asik, Menyenangkan) yang dikembangkan oleh profesor dan fisikawan Yohanes Surya.

Metode pembelajaran matematika ini pernah diterapkan pada siswa Papua di Tolikara pada 2008—saat wilayah itu memiliki indeks pembangunan manusia terendah di Indonesia. Dalam waktu enam bulan, siswa yang sebelumnya tidak menguasai perkalian dasar berhasil menyelesaikan seluruh materi setingkat SD.

“Anak-anak belajar melalui tawa, permainan, dan nyanyian. Pendidikan harus menjadi transformasi, bukan sekadar informasi,” ujarnya.

AI yang Berpusat pada Manusia
Luhut kembali mengutip pesan Paus Fransiskus bahwa AI harus berpusat pada manusia. Ia menyerukan gerakan global yang memastikan perlindungan martabat manusia, membuka inklusivitas bagi seluruh komunitas, memperkuat pendidikan, dan menjaga identitas budaya di tengah kemajuan teknologi.

“AI hendaknya mengangkat kemanusiaan dengan memprioritaskan mereka yang miskin dan rentan,” tegasnya.

Mengakhiri pidatonya, Luhut menekankan bahwa konferensi bukanlah tujuan akhir. “Harus ada tindakan nyata. Negara lain bisa belajar dari Indonesia, termasuk dari Metode Gasing,” katanya.

Luhut menutup dengan pesan kuat: AI adalah transformasi besar, tetapi tetap harus menjadi alat di tangan manusia.(*)

Tags: #AI-humanity-insight_X92#Algorethics-governance-forum_Q31#Luhut-Panjaitan-Vatican-speech_R77#Metode-Gasing-innovation_T44Scholas-Occurrentes-education_M58
SendShareTweet
Kembali

Ribuan Massa GSP–Sortagari Geruduk Kantor Pemerintahan di Pakpak Bharat, Tuntut Penegasan Tapal Batas dan Proses Hukum Penghinaan Suku

Lanjut

Menteri Koperasi RI Terima Audiensi DPN UKM IKM Nusantara, Bahas Penguatan Ekonomi Desa Lewat Program KDKMP

Baca Juga

Ratusan Umat Kristiani Medan Ikuti Momentum Kesatuan Doa Nasional HUT ke-81 RI
Ragam

Ratusan Umat Kristiani Medan Ikuti Momentum Kesatuan Doa Nasional HUT ke-81 RI

19 Agustus 2026
Uskup Tanjungkarang: Kesejahteraan Tercapai Jika Warga Miskin Menjadi Prioritas
Ragam

Uskup Tanjungkarang: Kesejahteraan Tercapai Jika Warga Miskin Menjadi Prioritas

17 Agustus 2026
Generasi Muda Tampil di Istana pada HUT ke-81 RI, dari GBN hingga Sekolah Rakyat
Ragam

Generasi Muda Tampil di Istana pada HUT ke-81 RI, dari GBN hingga Sekolah Rakyat

17 Agustus 2026
Pemko Binjai Raih Penghargaan Kematangan UKPBJ Level 3 Proaktif dari LKPP
Ragam

Pemko Binjai Raih Penghargaan Kematangan UKPBJ Level 3 Proaktif dari LKPP

11 Agustus 2026
Rahasia di Balik Desain Galaxy Z Fold8 Ultra yang Semakin Tipis: Flex Titanium Jadi Kunci Evolusinya
Ragam

Rahasia di Balik Desain Galaxy Z Fold8 Ultra yang Semakin Tipis: Flex Titanium Jadi Kunci Evolusinya

11 Agustus 2026
Evaluasi Program MBG: Menjaga Keadilan dan Ketepatan Sasaran Bansos
Ragam

Evaluasi Program MBG: Menjaga Keadilan dan Ketepatan Sasaran Bansos

10 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Rumah Warga di Depan SMA Negeri 1 Namorambe Diduga Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Pelaku

    Rumah Warga di Depan SMA Negeri 1 Namorambe Diduga Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukti Otentik Hak Ulayat: Sejarah Enklave Marga Sinaga di Simalungun dan Perjuangan Ruang Hidup Masyarakat Adat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Karang Taruna Desa Pollung Gelar Lomba Antardusun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Caroline Nababan Raih Emas dan Top Score ASMC 2026, The PRINT Apresiasi Prestasi Anak Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Rakyat Merasa Tersisih di Tanah Airnya Membedah Paradoks Pertumbuhan Ekonomi, Anomali Keadilan Fiskal, dan Melemahnya Daya Beli di Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Banten Andra Soni Ajak Warga Dukung Felicia br Sihombing di The Icon Indonesia SCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • THE PRINT Gelar Peluncuran Buku Bilingual Prabowonomics dan Prabowonomics Summit 2026 di JICC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In