• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

May Day 2026: Aktivis Mahasiswa Soroti Perlindungan Buruh, Negara Diminta Jangan Ciptakan “Buah Simalakama”

Redaksi Galasibot.co.id
1 Mei 2026
/ Opini
0 0
0
May Day 2026: Aktivis Mahasiswa Soroti Perlindungan Buruh, Negara Diminta Jangan Ciptakan “Buah Simalakama”
Share on FacebookShare on Twitter

MEDAN | galasibot.co.id — Momentum peringatan Hari Buruh Internasional atau Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026 kembali menjadi ruang kritik dari kalangan aktivis mahasiswa terhadap lemahnya perlindungan negara terhadap kaum buruh.

Aktivis yang terinspirasi dari nilai perjuangan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Erik Manalu menilai kondisi buruh saat ini masih berada dalam ketidakpastian ekonomi. Mereka menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan buruh berada dalam situasi “buah simalakama”—bertahan dengan upah rendah atau terpaksa mengundurkan diri karena tekanan ekonomi.

Baca Juga

Mengembalikan Marwah Sinaga Sitolu Ompu: Menolak Egoisme di Ambang Mubes XVI PPTSB

Peredaran Narkoba di Simalungun Diungkap, Tokoh Pemuda Desak Polisi Tangkap Bandar Besar

Low Tourism Danau Toba Jadi Pilihan Strategis Keberlanjutan Kawasan Wisata Unggulan Nasional

Menurutnya mengacu pada gagasan Soekarno tentang Marhaenisme, mahasiswa mengingatkan bahwa kaum buruh, tani, dan rakyat kecil merupakan fondasi utama ekonomi nasional. Sosok “Marhaen” yang ditemukan Soekarno pada 1920-an di Bandung menjadi simbol nyata bagaimana rakyat yang memiliki alat kerja sendiri tetap terjebak dalam kemiskinan akibat sistem ekonomi yang tidak adil.

“Situasi hari ini tidak jauh berbeda. Buruh bekerja, tetapi tidak memiliki kepastian kesejahteraan. Ini menunjukkan negara belum sepenuhnya hadir,” ujar salah satu aktivis dalam pernyataannya.

Sorotan tajam juga diarahkan pada kondisi pekerja di Bandara Sisingamangaraja XII, yang mengalami penurunan pendapatan akibat naiknya harga bahan bakar avtur dan menurunnya aktivitas penerbangan. Kondisi ini berdampak langsung pada pengurangan upah pekerja, bahkan mendorong sebagian buruh memilih mundur secara sukarela.

Menurut aktivis, pola ini berbahaya karena menjadi bentuk “PHK terselubung”. Perusahaan tidak perlu melakukan pemutusan hubungan kerja secara formal, tetapi tekanan ekonomi memaksa buruh keluar dengan sendirinya.

“Ini yang kami sebut buah simalakama. Negara tidak boleh diam. Kalau tidak ada intervensi serius, buruh akan terus menjadi korban sistem,” tegas mereka.

Aktivis juga menyinggung langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang telah membentuk Satgas PHK. Namun, mereka menilai kebijakan tersebut harus diikuti dengan langkah konkret, khususnya dalam menjamin perlindungan upah dan keberlangsungan hidup pekerja.

Mahasiswa mendesak agar negara tidak hanya hadir dalam bentuk regulasi, tetapi juga memastikan implementasi di lapangan berjalan efektif. Mereka menekankan bahwa roda ekonomi nasional sangat bergantung pada stabilitas dan kesejahteraan kaum buruh.

“Jika buruh tidak dilindungi, maka ekonomi akan rapuh. Negara harus memastikan upah layak, jaminan kerja, dan kepastian hidup,” pungkasnya.(*)

 

 

Tags: #kebijakan-prabowo-satgas-phk#kritik-mahasiswa-gmni-buruh#perlindungan-buruh-mayday-2026#phk-terselubung-indonesia#upah-buruh-tidak-pasti
SendShareTweet
Kembali

Kurpan Sinaga SH Ajak Masyarakat Cari Jalan Tengah Terkait Prahara Konsesi TPL

Lanjut

Bungkam Isu Miring, Polsek Pancur Batu Bakar Barak Narkoba di Sibolangit

Baca Juga

Mengembalikan Marwah Sinaga Sitolu Ompu: Menolak Egoisme di Ambang Mubes XVI PPTSB
Budaya

Mengembalikan Marwah Sinaga Sitolu Ompu: Menolak Egoisme di Ambang Mubes XVI PPTSB

30 April 2026
Peredaran Narkoba di Simalungun Diungkap, Tokoh Pemuda Desak Polisi Tangkap Bandar Besar
Opini

Peredaran Narkoba di Simalungun Diungkap, Tokoh Pemuda Desak Polisi Tangkap Bandar Besar

25 April 2026
Low Tourism Danau Toba Jadi Pilihan Strategis Keberlanjutan Kawasan Wisata Unggulan Nasional
Opini

Low Tourism Danau Toba Jadi Pilihan Strategis Keberlanjutan Kawasan Wisata Unggulan Nasional

23 April 2026
Skandal BNI Aek Nabara: OJK Turun Tangan, “Sihir” Viralitas Paksa Bank Pelat Merah Bayar Ganti Rugi
Opini

Skandal BNI Aek Nabara: OJK Turun Tangan, “Sihir” Viralitas Paksa Bank Pelat Merah Bayar Ganti Rugi

19 April 2026
Saat Dalih AI Menabrak Realitas Hukum: Di Balik Laporan JK terhadap Rismon Sianipar
Opini

Saat Dalih AI Menabrak Realitas Hukum: Di Balik Laporan JK terhadap Rismon Sianipar

10 April 2026
BPODT dan Ilusi Kesejahteraan: Infrastruktur Tertinggal di Pesisir Danau Toba, Simalungun
Opini

BPODT dan Ilusi Kesejahteraan: Infrastruktur Tertinggal di Pesisir Danau Toba, Simalungun

4 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinergi Budaya dan Alam: PPTSB dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPODT dan Ilusi Kesejahteraan: Infrastruktur Tertinggal di Pesisir Danau Toba, Simalungun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SD Budi Murni 2 Medan Raih Juara II Umum Kejuaraan Karate TAKO Piala Direktur POLMED 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harianto Sinaga Tantang Debat Terbuka Bane Raja Manalu: “BPODT Itu Perbaiki, Bukan Bubarkan!”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sarjana atau Tertinggal: Cermin Keras dari Budaya Pendidikan Orang Batak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In