Binjai | galasibot.co id
Sejumlah karyawan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtasari Binjai mengeluhkan keterlambatan pembayaran gaji yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir. Keluhan ini disampaikan saat sejumlah karyawan ditemui di salah satu rumah makan di Kota Binjai, Rabu (13/8/2025).
“Sudah dua bulan gaji kami belum juga dibayarkan. Kami butuh uang untuk makan, untuk keluarga kami. Sampai kapan seperti ini?” ungkap seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya.
Para karyawan menuntut Wali Kota Binjai, Drs. H. Amir Hamzah, MAP, untuk segera mencopot Direktur Perumda Tirtasari Binjai, Ashari ST, yang dinilai gagal dalam mengelola perusahaan pelat merah tersebut.
“Sejak dia menjabat, gaji kami sering telat. Kalau memang tidak mampu memimpin, lebih baik mundur saja!” tegas salah seorang karyawan dengan nada tinggi.
Karyawan juga menyoroti perjalanan dinas pimpinan yang tetap berjalan di tengah tunggakan pembayaran gaji. “Gaji kami tidak dibayar, tapi Direktur dan Kabag sering keluar kota. Uang pelanggan ke mana?” tambah mereka.
Kinerja Dewan Pengawas Perumda pun ikut dipertanyakan. Para karyawan menilai dewas tidak menjalankan fungsinya dengan baik.
“Seharusnya Dewas memikirkan nasib kami. Malah ada yang kami dengar cuma nongkrong di warung. Kalau tidak bisa kerja, copot saja,” ujarnya.
Selain persoalan internal, kualitas layanan juga dikeluhkan oleh pelanggan. Rahman, salah satu pelanggan, menyoroti buruknya kualitas air.
“Air sering keruh, nggak jelas pengelolaannya. Padahal mereka nggak punya saingan,” keluhnya.
Dengan berbagai permasalahan yang ada, para karyawan mendesak Wali Kota Binjai untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan pengawasan di tubuh Perumda Tirtasari Binjai. Mereka juga meminta gaji dibayarkan tepat waktu setiap bulan.(*)











