Medan I galasibot.co.id
Masyarakat Kota Medan mempertanyakan sistem layanan program UHC hanya menggunakan KTP untuk berobat di rumah sakit. Pasalnya, saat warga berobat ke rumah sakit justru diarahkan ke puskesmas.
Keluhan warga tersebut terungkap saat pelaksanaan acara reses masa sidang ke III Tahun ke 3 Tahun 2022 Dapil III,
Anggota DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak di Jl Sei Kera Kelurahan, Kecamatan Medan Timur, Jumat (9/12).
” Bagaimana sebenarnya, masyarakat banyak yang kurang ngerti dan butuh penjelasan. Karena ada warga yang menggunakan KTP ke RS tetapi diarahkan juga ke Puskesmas ,” keluh Jonson Simorangkir, warga Pasar 3 yang mempertanyakan realisasi program UHC.
Tak hanya soal itu persoalan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dikeluhkan warga karena tak dapat untuk berobat diluar Kota Medan.
Warga mempertanyakan kebijakan BPJS Cabang Medan soal pelayanan kesehatan gratis bagi warga miskin.
” Kenapa peserta BPJS PBI Kota Medan tidak bisa digunakan di luar Medan. Apakah kepesertaan BPJS itu tidak secara nasional ,” keluh Guntur Sinaga warga Jl Rela Gg Horas lingkungan 7 Kelurahan Sudirejo Kecamatan Medan Tembung selaku peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang tidak diterima berobat gratis di Rumah Sakit (RS) Karisma Bandung.
Menyikapi hal itu, politisi PDI Perjuangan yang melaksanakan reses menyebut bahwa hal itu akan menjadi perhatian DPRD Medan.
Paul Mei Anton Simanjuntak mengatakan akan koordinasi dengan anggota dewan lainnya untuk menyahuti keluhan warga.
“Hal ini akan segera kami sikapi, nanti akan kami panggil OPD Pemko Medan dan BPJS Kesehatan guna sosialisasi program UHC. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Selain persoalan tersebut warga juga mengeluhkan persoalan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dan drainase.
Dimana, kondisi Jl Rela Gg Horas lingkungan 7 Kelurahan Sudirejo Kecamatan Medan Tembung yang gelap gulita karena tidak ada lampu penerangan jalan.
Warga, J Simanjuntak warga Jl Perjuangan Gg Karya Bakti mengeluhkan kondisi banjir di daerahnya. Pasalnya, drainase di Gg Karya Bakti tidak berfungsi dan air mengalir karena tidak ada pembuangan atau tidak terkoneksi.
Menyikapi keluhan warga, Paul mengaku akan meneruskan segala keluhan warga yang ditampung secara langsung maupun lewat lembar aspirasi.
“Aspirasi warga kita teruskan ke Pemko Medan secara resmi melalui rapat paripurna. Kita tindak lanjuti agar terealisasi prioritas,” kata Paul.
Di Akhir pelaksanaan reses, Paul Simanjuntak menekankan kepada OPD masing- masing merespon keluhan warga yang disampaikan saat reses.
Pelaksanaan reses Paul tersebut dihadiri Lurah Sidodadi Kecamatan Medan Timur Hendra K, mewakili Dinas PU Kota Medan Syawaluddin Saragih, mewakili BPJS Kesehatan Sartika Manurung, mewakili Disdukcapil Siti Halijah Harahap, mewakili Puskesmas drg Hikmah Nurmasitah, mewakili Dinas Pendidikan M Gani, tokoh agama, para Kepling, tokoh masyarakat dan ratusan masyarakat.(*)
Penulis berita : Romulo/editor:Pangihutan Sinaga











