Jakarta | galasibot co.id
Survei terbaru menunjukkan tingkat kepuasan rakyat terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengalami lonjakan signifikan. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi tingkat kepuasan ini antara lain implementasi program MBG (Masyarakat Berdaya Guna) yang berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat, serta komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan apresiasi atas tingginya tingkat kepuasan rakyat terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini tercermin dalam hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan bahwa 80,9 persen responden merasa puas dengan kinerja pemerintahan di 100 hari pertama.
Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, dalam keterangan tertulisnya pada Senin, (20/1/2025) mengatakan bahwa tingginya tingkat kepuasan ini merupakan akibat langsung dari dilunasinya berbagai janji kampanye, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pemberantasan korupsi. Menurut Andy, rakyat langsung merasakan dampak positif dari kebijakan yang dilaksanakan pemerintah, sehingga tidak heran jika dukungan rakyat sangat kuat.
“Tidak perlu berlama-lama, rakyat langsung menyaksikan gerak cepat. Ini wajar mendapat dukungan kuat dari rakyat,” ujarnya.
Andy juga menegaskan bahwa hasil survei ini mematahkan pandangan pesimis yang muncul di kalangan sebagian pihak yang beranggapan bahwa demokrasi Indonesia mengalami kemunduran dan situasi keamanan semakin buruk. Sebaliknya, survei ini menunjukkan bahwa rakyat puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, baik di bidang politik maupun keamanan.
“Framing mereka patah, pada kenyataannya tidak demikian. Terbukti rakyat puas dengan kinerja politik dan keamanan pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran,” kata Andy.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil survei ini menunjukkan adanya kontinuitas kepuasan publik yang stabil sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo.
“Ini fakta menggembirakan. Sejak era Pak Jokowi sampai era Pak Prabowo dan Mas Gibran, tingkat kepuasan rakyat tidak pernah rendah. Artinya, ada keberlanjutan dan Indonesia sudah di track yang benar. Rakyat menikmati hasilnya dan mereka puas,” pungkas Andy.
Survei Litbang Kompas sendiri dilakukan terhadap 1.000 responden yang dipilih secara acak dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi Indonesia pada 4-10 Januari 2025.(“)











