Medan I galasibot.co.id
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar Pelatihan Dasar Menanam Tanaman Hidroponik bagi pengurus dan anggota DWP di Aula DWP Sumut, Jalan Cik Ditiro No. 8, Medan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong kemandirian pangan keluarga sekaligus meningkatkan keterampilan pertanian modern.
Pelatihan dibuka langsung oleh Ketua DWP Sumut, Yulia Effendy Pohan, yang menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kontribusi DWP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
“Pelatihan ini bukan hanya memberikan pengetahuan dasar hidroponik, tapi juga menjadi peluang usaha dan solusi sehat bagi keluarga di tengah keterbatasan lahan dan perubahan iklim,” ujarnya.
Hadir sebagai narasumber dari Hidroponik Shop Medan, Erwin Halim, yang menjelaskan teknik dasar hidroponik, mulai dari pemilihan media tanam, peracikan nutrisi, hingga pemeliharaan tanaman. Ia menekankan pentingnya komponen dasar seperti rockwool, netpot, kain flannel, dan nutrisi AB Mix dalam proses tanam hidroponik untuk pemula.
“Metode hidroponik memiliki keunggulan seperti efisiensi penggunaan air, pertumbuhan tanaman yang cepat, dan pengendalian nutrisi yang optimal,” jelas Erwin.
Tiga metode hidroponik yang diperkenalkan antara lain sistem wick (sumbu), rakit apung, dan Nutrient Film Technique (NFT). Para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan cara menyemai bibit bayam Malaysia, mencampur nutrisi, dan mengatur media tanam.
Antusiasme peserta tampak saat Ketua DWP Sumut memimpin praktik menyemai bibit. Dengan telaten, ia memotong media rockwool, menyemai bibit, hingga menyiapkan larutan nutrisi.
“Semoga pelatihan ini dapat menumbuhkan kesadaran untuk memanfaatkan lahan sempit dan menciptakan ketahanan pangan di rumah masing-masing,” pungkas Yulia.
Pelatihan ini juga membuka wawasan anggota DWP mengenai peluang usaha berbasis pertanian modern yang bisa dijalankan di rumah dengan modal minim namun hasil maksimal.(*)











