Deliserdang I galasibot.co.id
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan komitmennya dalam memastikan tata kelola yang baik untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut dan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 di Jawa Tengah. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo dalam acara yang digelar di Stadion Sport Centre, Deliserdang, Sumatera Utara, pada Jumat malam (13/9/2024).
Menpora Dito Ariotedjo menjelaskan bahwa pendampingan tata kelola ini melibatkan Satuan Tugas (Satgas) yang terdiri dari dua tim utama. Satgas pertama adalah tim pelaksana yang dipimpin langsung oleh Menpora, sementara satgas kedua adalah tim pendampingan tata kelola yang dipimpin oleh Wakil Jaksa Agung.
“Satgas ini bukan hanya untuk memantau pemerintah provinsi, tetapi juga akan melakukan pengawasan terhadap pemerintah pusat yang terlibat dalam penyelenggaraan PON XXI dan Peparnas XVII,” kata Menpora. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh aspek penyelenggaraan event olahraga nasional ini berjalan sesuai dengan standar dan aturan yang telah ditetapkan.
Satgas ini dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2024 tentang Satuan Tugas Pengawalan Penyelenggaraan PON XXI 2024 di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara serta Peparnas XVII 2024 di Provinsi Jawa Tengah. Tugas utama Satgas adalah mengawasi pelaksanaan kedua event tersebut dari aspek pemerintahan baik di tingkat provinsi maupun pusat.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah mitigasi untuk mendukung pelaksanaan PON XXI. Fatoni menyatakan bahwa ia telah melibatkan seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam struktur Panitia Besar (PB) PON XXI di wilayah Sumut.
“Saat saya mulai menjabat sebagai Pj Gubernur Sumut, saya langsung melibatkan Forkopimda dalam PB PON XXI, termasuk Kapolda, Kejati, dan DPRD. Ini adalah upaya mitigasi kami untuk memastikan bahwa PON bisa berjalan dengan baik,” kata Fatoni di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Medan, Sabtu (14/9/2024).
Fatoni menambahkan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus dilakukan untuk mencegah potensi kesalahan, mal administrasi, atau penyelewengan. “Kami berkomitmen untuk mencapai sukses dalam berbagai aspek, termasuk prestasi, penyelenggaraan, administrasi, ekonomi, dan pasca PON,” tambah Fatoni.
Dengan adanya pendampingan dari Satgas dan upaya mitigasi yang dilakukan, diharapkan pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut dan Peparnas XVII 2024 akan berjalan lancar dan sesuai harapan. Pemerintah pusat dan daerah bertekad untuk memastikan bahwa kedua event olahraga ini tidak hanya sukses dari segi penyelenggaraan tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan atlet.
Dengan persiapan dan dukungan yang matang, diharapkan PON XXI dan Peparnas XVII akan menjadi ajang yang tidak hanya mempererat tali persaudaraan antar daerah, tetapi juga meningkatkan standar dan kualitas penyelenggaraan event olahraga di Indonesia.(*)
Penulis berita : Wilfrid Sinaga











