Medan I galasibot.co.id
Dalam upaya meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas, Rumah Sakit “Sri Ratu” secara resmi menandatangani Surat Perjanjian Kerja Sama (SPKS) dengan Lembaga Anak Yatim Kristen Indonesia Berdoa (AYAKIB) dan Persatuan Tunanetra Kristen Sumatera Utara (PTKSU). Acara penandatanganan dilaksanakan di lantai IV RS Sri Ratu, Jalan Nibung, Medan.
Penandatanganan ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan terutama bagi kelompok rentan. Dr. Marta Nova Artika, M.Kes selaku Direktur RS Sri Ratu, menandatangani perjanjian atas nama rumah sakit. Sementara dari pihak AYAKIB, hadir Binsar Simanjuntak, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Umum, bersama Sekretaris Ev. Janri VE Laning, S.Th, dan Pdt. Saafeduddin Gea, M.Pd. Turut menandatangani juga Ketua Umum PTKSU, Lambok Ganda Marudut Silitonga, serta Sekretaris Bilmon Simanjuntak.
Dr. Marta menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan akan merujuk pada aturan BPJS yang berlaku, dan RS Sri Ratu menyediakan layanan primer seperti Poli Kebidanan, Poli Anak, Poli Bedah, Poli Jantung, serta Poli Penyakit Dalam. Ia juga menekankan bahwa pelayanan akan diberikan tanpa diskriminasi, termasuk bagi pasien disabilitas.
Sebagai bentuk tanggung jawab bersama, AYAKIB dan PTKSU akan memastikan bahwa seluruh pasien yang dirujuk telah memiliki jaminan kesehatan aktif, baik melalui BPJS maupun bentuk lain yang diakui secara hukum. Pihak RS Sri Ratu juga menyatakan komitmennya untuk memberikan pelayanan dengan standar tinggi kepada setiap pasien dari lembaga mitra.
Acara penandatanganan ini turut disaksikan oleh para tokoh dan penasehat dari masing-masing lembaga, termasuk Penasehta AYAKIB, drg. Annita, Pdm Indra Buana Hutauruk, Pembina AYAKIB dr. Rointan Simanungkalit, SpKK(K), dr. Naek Silitonga Sp.TH, aktivis pers Anton Panggabean, serta tokoh “Sumatera Berdoa”, JA Ferdinandus.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi kemudahan akses layanan kesehatan yang manusiawi dan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.(*)











