Jakarta | galasibot.co.id
Yayasan Kalbu Atma Winaya (Kalaway Institute) menyambut gembira rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024. Pendiri Kalaway Institute, Nanny Uswanas, menyatakan bahwa kedatangan pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma ini diharapkan dapat memperkuat persaudaraan antarumat beragama dan berkeyakinan, serta mendorong semangat toleransi untuk semakin mengakar di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Dalam pandangannya, Nanny melihat sosok Paus Fransiskus sebagai “oase di tengah dunia yang dilanda isu perpecahan global, ekstremisme, intoleransi, dan ujaran kebencian yang mengancam nilai-nilai kemanusiaan universal.” Bagi Nanny, Paus Fransiskus tidak hanya mewakili suara Katolik, tetapi juga membawa pesan perdamaian dan keberagaman yang sangat relevan untuk dunia yang semakin terfragmentasi. “Kami melihat sosok Paus Fransiskus membawakan keindahan toleransi, keberagaman, dan perdamaian dari Indonesia kepada dunia,” ujarnya.
Sebagai pendiri Kalaway Institute, lembaga yang fokus pada penguatan toleransi di kalangan anak muda Indonesia, Nanny menilai kedatangan Paus Fransiskus merupakan langkah besar dalam memperkuat pesan toleransi dan perdamaian dunia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia menjadi simbol kuat bahwa perbedaan agama dan keyakinan bukanlah penghalang bagi masyarakat untuk hidup berdampingan dengan damai. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi juga lambang bahwa Indonesia adalah tempat di mana berbagai keyakinan dapat hidup berdampingan.
Kalaway Institute terinspirasi oleh Deklarasi Human Fraternity for World Peace and Living Together yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar, Ahmed Al-Tayeb, pada tahun 2019. Dokumen ini menjadi landasan utama bagi Kalaway Institute dalam mengembangkan Sekolah Toleransi—sebuah inisiatif untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan di kalangan anak-anak dan remaja Indonesia sejak dini.
Menurut Nanny, “Sekolah Toleransi menjadi salah satu upaya untuk menghadapi tantangan zaman, di mana media sosial sering kali digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian dan intoleransi. Kami percaya bahwa dengan pendidikan sejak dini, anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.”
Paus Fransiskus, dalam berbagai kesempatan, menyoroti bahwa meskipun dunia telah mencapai kemajuan besar dalam bidang sains dan teknologi, banyak nilai moral dan tanggung jawab spiritual yang diabaikan. Hal ini, menurut Paus, menciptakan perasaan keterasingan dan keputusasaan yang akhirnya menyuburkan ekstremisme dan intoleransi.
Sejarah telah menunjukkan bahwa ekstremisme agama dan intoleransi telah menimbulkan penderitaan besar di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, Kalaway Institute berkomitmen untuk terus mengembangkan inisiatif seperti Sekolah Toleransi sebagai salah satu solusi untuk menciptakan generasi yang lebih menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan optimisme yang tinggi, Nanny menyatakan harapannya bahwa kedatangan Paus Fransiskus akan menjadi katalis untuk memperkuat persaudaraan antarumat beragama di Indonesia. “Kami berharap, dengan kedatangan Paus Fransiskus, persaudaraan antarumat beragama di Indonesia semakin erat, dan semangat toleransi dapat semakin mengakar di seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.(*)
Penulis berita :Wilfrid Sinaga











