
Asahan | galasibot.co.id
Acara Adat Pemberangkatan “saurmatua” Saria Lumban Siantar (Op. Ernita boru), ibunda tercinta Sairon Sinaga, Ketua Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boru (PPTSB) Wilayah Sumut I , berlangsung dengan khidmat pada Selasa, (25/6/i2024) Acara yang diadakan di Desa Gajah Asahan tersebut dihadiri ratusan tokoh adat dan masyarakat di Sumatera Utara dan berjalan lancar sesuai dengan adat Batak Toba.
Saria Lumban Siantar lahir pada 18 Desember 1934 di Huta Lottung Samosir dan meninggal dengan pada 20 Juni 2024 di usia 89 tahun 6 bulan. Almarhumah meninggalkan 4 anak laki-laki, 4 anak perempuan, serta 71 cucu dan cicit. Semasa hidup, dikenal rajin beribadah dan memelihara adat istiadat. Oleh karena itu, acara adat pemberangkatan dinamai Saurmatua, sesuai adat Batak Toba, karena semua anaknya telah menikah dan memiliki keturunan.
Upacara adat ini dilaksanakan dengan baik, di mana pihak keluarga yang berduka menerima nasehat, kata-kata penghiburan, serta doa berkat dari pihak hula-hula yang membawa “Boras Pir”. Boras Pir ini melambangkan harapan agar keluarga yang ditinggalkan tetap kuat dan diberkati. Selain itu, ulos Batak yang diberikan mengandung makna doa agar keluarga yang ditinggalkan diberkati dengan umur panjang, kesehatan, dan rezeki yang berlimpah.
Sebagai balasan, pihak keluarga yang berduka memberikan jambar, minuman, dan uang sebagai tanda terima kasih kepada pihak hula-hula, diiringi dengan tarian (manortor) dan hiburan musik Gondang Batak, keyboard, dan terompet.
Ibu Boru Gultom, salah satu warga Desa Gajah, mengungkapkan kekagumannya atas khidmatnya acara tersebut. Menurutnya, ini adalah acara adat Saurmatua yang paling ramai dihadiri, dengan ratusan papan bunga ucapan duka cita yang berjajar sepanjang satu kilometer.
Selain warga, acara ini juga dihadiri oleh Camat Kecamatan Meranti, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Meranti, serta jajaran pengurus PPTSB se-Dunia, PPTSB wilayah Sumut I dan II, dan cabang-cabang lainnya. Kata-kata penghiburan disampaikan oleh Prof. Dr. John Piter Sinaga dan pengurus PPTSB lainnya.
Acara ini ditutup dengan makan bersama denfan iringan musik tradisional, serta akan diakhiri dengan pemakaman di tempat peristirahatan terakhir di Huta Lottung Samosir pada Rabu, 26 Juni 2024.
Penulis: berita : Perdy Sinaga











