Jakarta | galasibot.co.id
Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengenai konsep mati syahid yang memicu kontroversi di kalangan umat Kristen mulai mendapat respons menyejukkan dari tokoh lintas agama. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Sabtu (18/4/2026), sejumlah elemen organisasi menyerukan agar persoalan ini diselesaikan melalui ruang dialog.
Ketua Umum Kesatuan Aksi Pemuda Kristen Indonesia (KAPKI), Pdt. Imanuel Ebenhaezer Lubis, S.Th, menegaskan bahwa perselisihan pendapat tidak semestinya berlarut-larut di ranah hukum. Menurutnya, semangat kasih harus menjadi landasan utama dalam menyikapi perbedaan.
“Teladan kasih yang diajarkan oleh Yesus menjadi semangat organisasi Kristen bagi sesama masyarakat. Kita ini jangan buru-buru dibawa ke ranah hukum namun mengutamakan dialog,” ujar Imanuel.
Beliau juga mengutip prinsip alkitabiah sebagai dasar sikap KAPKI. “Jika ditampar pipi kananmu, kasihlah pipi kirimu. Kami tidak pernah mengajarkan membalas kejahatan dengan kejahatan,” tambahnya.
Perspektif Kristiani dan Relevansi Delik Penodaan Agama
Senada dengan KAPKI, Pendeta Shephard Supit dari Himpunan Warga Gereja Indonesia (HAGAI) mengungkapkan bahwa tradisi Kristiani lebih mendorong penyelesaian masalah secara personal atau kekeluargaan.
“Kalau ada sesuatu yang dianggap tidak cocok, itu biasanya kita memanggil dengan empat mata,” ungkap Shephard. Ia juga menyoroti kerancuan batasan mengenai penodaan agama yang seringkali bersifat relatif. Ia khawatir jika setiap perbedaan teologis berujung pada laporan polisi, maka akan terjadi penumpukan kasus yang tidak produktif bagi kerukunan bangsa.
“Apa itu penodaan agama? Kapan itu terjadi dan bagaimana ukurannya? Dari sisi iman Kristiani, penodaan agama itu masih sangat relatif sekali,” tegasnya.
Dorongan Penyelesaian Kekeluargaan
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh berbagai perwakilan organisasi, di antaranya:
- Perkumpulan Gereja-Gereja di Jakarta.
- Perkumpulan Generasi Penerus Bangsa.
- Perhimpunan Advokat Tri Brata Indonesia.
Meskipun sebelumnya Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) telah melaporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya terkait ceramahnya di Masjid UGM, kini arus besar dari kalangan lintas iman justru mendorong adanya mediasi.
Para tokoh yang hadir sepakat bahwa menjaga stabilitas sosial dan kerukunan antarumat beragama jauh lebih penting daripada membesarkan api konflik melalui proses litigasi yang panjang.(*)











