Binjai I galasibot.co.id
Setelah sebelumnya Generasi Milenial Binjai (GMB) dan Sekjen KNPI Kota Binjai ikut menyoroti video viral yang diunggah akun TikTok tanjung_sh, kini giliran tokoh agama Kota Binjai angkat bicara.
Sanni Abdul Fattah, yang menjabat sebagai Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, menyambut baik seruan pemberantasan judi, namun mengkritik fokus yang hanya tertuju pada satu individu bandar judi.
Pernyataan Sanni ini disampaikan di salah satu kedai kopi pada Kamis, 23 Oktober 2025, menanggapi video yang menyoroti dugaan pembiaran praktik judi dan menuntut pencopotan Kapolda Sumatera Utara serta Kapolres Binjai karena dianggap gagal menangkap bandar judi bernama Aju.
“Kalau untuk masalah judi, mari sama-sama kita memberantas atau menutup judi-judi yang ada di Kota Binjai ini. Judi di Kota Binjai ini juga banyak,” ucap Sanni.
Sanni menekankan bahwa praktik judi di Binjai adalah fenomena yang luas dan tidak hanya melibatkan satu nama. Namun, ia menilai, perhatian publik dan aktivis seharusnya juga diarahkan kepada kejahatan yang dianggapnya lebih merusak, yaitu peredaran narkoba, barak narkoba, dan diskotik yang masih beroperasi di Kota Binjai.
“Hal ini menjadi perhatian karena narkoba dianggap lebih merusak masyarakat dan membahayakan generasi muda. Coba buat dulu komentar tentang itu, karena itu yang lebih penting menurut kami. Bukan hanya judi,” tuturnya.
Ketua GNPF Ulama Binjai ini menilai, tindakan memberantas judi harus sejalan dengan upaya penanganan narkoba. “Coba berantas dulu narkoba, barak-barak narkoba, diskotik yang masih eksis di Kota Binjai ini,” tegas Sanni.
Selain mendesak tindakan menyeluruh terhadap kriminalitas, Sanni juga secara terbuka mempertanyakan motivasi akun TikTok tersebut yang terkesan hanya menyoroti bandar judi bernama Aju. Ia menduga ada beberapa bandar judi lain di Binjai yang seharusnya juga menjadi target tindakan hukum.
“Seharusnya kalau mau menutup atau memberantas judi itu ke semua bandar-bandar judi itu. Kami jadi curiga dengan dia itu,” tutup Sanni, mencatat perlunya pandangan multi-dimensi terhadap kejahatan.
Publik kini menantikan tindakan konkret dari aparat kepolisian dalam menanggapi desakan dari berbagai elemen masyarakat dan tokoh agama untuk memberantas tuntas seluruh jaringan kriminalitas di Binjai, tidak terbatas pada satu kasus saja.(*)











